Banjir Bandang Landa Kawasan Tabiang Nagari Pandai Sikek Berdampak pada 34 KK

Bupati Eka Putra meninjau kawasan terdampak banjir. (ist)
Bupati Eka Putra meninjau kawasan terdampak banjir. (ist)

BATUSANGKAR – Banjir bandang melanda kawasan Tabiang Jorong Koto Tinggi Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto berdampak pada sebanyak 34 kepala keluarga, dan sejumlah rumah dan lahan pertanian terendam.

Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama rombongan berkunjung ke Nagari Pandai Sikek kemarin, yang memastikan pemerintah daerah bergerak cepat menangani dampak bencana, terutama menyangkut keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Prioritas pertama tentu bagaimana mengamankan jiwa masyarakat yang terdampak banjir. Alhamdulillah, langkah tersebut sudah kita lakukan. Kebutuhan pangan juga telah disiapkan, termasuk pendirian posko dan dapur umum di sekitar lokasi banjir,” ujar Eka Putra.

Selain penanganan warga terdampak, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah penanganan terhadap aliran sungai kecil atau bandar yang meluap hingga menggenangi rumah penduduk. Setelah melihat kondisi di lapangan, Bupati langsung memerintahkan dinas terkait menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi sekaligus memperlebar aliran sungai.

Kata bupati, sebanyak 34 KK terdampak dalam peristiwa tersebut. Untuk sementara, warga ditempatkan di Surau Gadang yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Pemerintah juga telah menyiapkan balai adat sebagai tempat pengungsian alternatif apabila intensitas hujan meningkat. Lokasinya berjarak sekitar 100 meter dari tempat pengungsian saat ini.

“Untuk sementara kita tempatkan masyarakat di sini terlebih dahulu. Namun, apabila intensitas hujan cukup tinggi, kita akan memindahkan mereka ke Balai Adat yang jaraknya sekitar 100 meter dari sini,” katanya.

Dikatakannya lagi, untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, pemerintah juga telah mendirikan dapur umum dan menyediakan pelayanan kesehatan. Tim kesehatan juga melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap warga terdampak. Sementara itu, bantuan logistik dipastikan masih mencukupi, termasuk bantuan yang telah disalurkan Dinas Sosial sejak malam pertama kejadian.

Untuk memastikan kondisi kawasan hulu, Bupati Eka Putra juga telah memerintahkan BPBD bersama Satgas Nagari untuk melakukan ekspedisi ke kawasan tersebut guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Ia menjelaskan, banjir yang melanda Pandai Sikek merupakan banjir kiriman dari wilayah Kabupaten Agam, dengan aliran air berasal dari kawasan hulu menuju wilayah Tanah Datar.

Sementara itu, pendataan terhadap kerugian akibat bencana masih dilakukan. Sejumlah objek terdampak meliputi lahan pertanian, persawahan, dan rumah penduduk. Hingga kini, pemerintah daerah belum dapat memastikan total kerugian yang ditimbulkan.

Imbauan tersebut khususnya ditujukan kepada masyarakat yang berada di kawasan aliran Gunung Singgalang, Gunung Marapi, dan Gunung Sago.

Wali Nagari Pandai Sikek, Mas’ap Widiawan Dt. Bandaro mengatakan bahwa kebutuhan dasar warga yang mengungsi hingga saat ini masih terpenuhi.

Ia berharap agar kondisi cuaca segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. (ydi)