SAWAHLUNTO, TOPSATU.com — PT Bukit Asam (PTBA) Tbk berencana kembali mengoperasikan kegiatan penambangan batu bara di kawasan Ombilin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, pada 2027 mendatang. Saat ini, perusahaan tengah mempersiapkan sejumlah tahapan, termasuk penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan eksplorasi lanjutan di area yang direncanakan menjadi lokasi tambang.
Hal tersebut disampaikan General Manager PT Bukit Asam Ombilin Mining Site, Yulfaizon, saat bertemu dengan jurnalis peserta Media MIND ID di Saka Ombilin Heritage Hotel, Sawahlunto, Senin (2/11/2026).
Yulfaizon menjelaskan, kegiatan penambangan tahap awal direncanakan menggunakan metode tambang terbuka (open pit) di Blok Langkok. Dengan sistem tersebut, perusahaan menargetkan produksi batu bara sekitar 500 ribu ton per tahun.
Menurutnya, berbagai persiapan teknis untuk mendukung rencana penambangan tersebut tengah dilakukan secara terencana. Perusahaan juga menyiapkan tahapan yang diperlukan agar kegiatan operasional dapat berjalan sesuai ketentuan.
Selain metode tambang terbuka, PTBA turut mempersiapkan rencana penambangan bawah tanah (underground mining). Tahapan persiapannya juga mencakup penyusunan dokumen Amdal dan kegiatan eksplorasi sebelum penambangan dilaksanakan.
Yulfaizon menyebutkan, Izin Usaha Pertambangan (IUP) Ombilin saat ini dijadwalkan berakhir pada 16 Februari 2029. Untuk itu, perusahaan berencana mengurus perpanjangan izin tersebut pada 2027.
Dalam kesempatan itu, Yulfaizon juga memaparkan perjalanan sejarah Tambang Ombilin, rencana pascatambang, serta berbagai kontribusi sosial perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang turut mendukung perkembangan Kota Sawahlunto. (sbd)













