Padang  

Dinas Pertanian Padang Usulkan Rehabilitasi Puluhan Ha Sawah Terdampak Banjir 

PADANG – Dinas Pertanian Kota Padang bergerak cepat menangani dan memulihkan lahan pertanian yang kembali tertimbun material sedimen akibat banjir pada September dan Oktober 2026.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 30,5 hektare lahan sawah terdampak banjir susulan. Lahan tersebut sebelumnya telah direhabilitasi pascabanjir besar akhir 2025 yang berdampak pada 102 hektare sawah. Setelah kembali diolah dan ditanami petani, lahan itu kembali tertimbun material banjir.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mempercepat penanganan.

Saat ini, Dinas PUPR tengah fokus merehabilitasi sungai serta intake saluran air menuju area persawahan. Koordinasi tersebut dilakukan agar infrastruktur pendukung dapat disiapkan sebelum perbaikan fisik lahan sawah dilaksanakan.

Selain itu, pendataan lahan terdampak dilakukan secara langsung bersama kelompok tani di setiap wilayah. Langkah ini bertujuan memastikan penanganan dan bantuan diberikan secara tepat sasaran.

Yoice menyebutkan, pihaknya juga telah mengusulkan kembali anggaran rehabilitasi lahan sawah kepada Kementerian Pertanian. Usulan tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan lahan yang tertimbun banjir susulan pada 2027.

“Kita menunggu pengerjaan PUPR selesai dulu. Setelah itu, lahan-lahan sawah yang tertimbun ini akan kita rehabilitasi kembali. Ini sudah kami usulkan ke Kementerian Pertanian untuk melakukan rehabilitasi lahan sawah seluas 34,5 hektare yang tertimbun kembali setelah dilakukan rehabilitasi,” ungkap Yoice.

Ia menegaskan, pengusulan anggaran tersebut penting agar pemulihan lahan pertanian terdampak dapat dilaksanakan pada tahun mendatang. (der)