Dosen Poltekkes Kemenkes Padang Latih Siswa Bantuan Hidup Dasar

FOTO BERSAMA – Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat, Ns. Anita Mirawati, M.Kep., bersama tim dan masyarakat lainnya foto bersama di sela-sela acara. (ist)

Solok – Dosen Program Studi D3 Keperawatan Solok, Poltekkes Kemenkes Padang, sukses melatih 45 siswa SMA Kota Solok dalam hal Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pelatihan ini bertujuan, agar para siswa nantinya bisa memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) ini bertajuk “Optimalisasi Bantuan Hidup Dasar pada Siswa SMA Kota Solok Mitra Wilayah Kecamatan Lubuk Sikarah Tahun 2026”, digelar selama dua hari, 20–21 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Prodi D3 Keperawatan Solok, dengan melibatkan siswa dan guru pendamping dari tiga sekolah menengah atas di Kota Solok.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan,” kata Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat, Ns. Anita Mirawati, M.Kep., kepada Singgalang, Rabu (28/10/2026).

Ia mengatakan, melalui pelatihan BHD, para siswa dibekali pemahaman dan keterampilan dasar, untuk memberikan pertolongan awal kepada orang yang mengalami henti jantung atau kondisi darurat yang mengancam nyawa, sebelum mendapatkan bantuan tenaga kesehatan.

“Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Lubuk Sikarah, Desriyanti, S.E., M.E., yang hadir mewakili Camat Lubuk Sikarah. Ia mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah wilayah dalam mendukung peningkatan pengetahuan kesehatan serta kesiapsiagaan masyarakat menghadapi situasi kegawatdaruratan,” tambahnya.

Sebanyak 45 siswa yang merupakan perwakilan dari SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN 3 Kota Solok mengikuti kegiatan ini, didampingi oleh enam orang guru dari sekolah masing-masing. Keterlibatan ketiga sekolah tersebut diharapkan dapat memperluas penyebaran pengetahuan dan keterampilan BHD di lingkungan sekolah, serta mendorong terbentuknya siswa yang tanggap terhadap keadaan darurat.

Anita menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus membekali siswa SMA dengan keterampilan dasar BHD bagi orang awam. Pengetahuan tersebut penting, karena kejadian kegawatdaruratan dapat berlangsung kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan difokuskan pada pengenalan konsep BHD bagi penolong awam dan pentingnya respons cepat ketika menemukan seseorang yang mengalami kondisi darurat. Melalui pembelajaran dan pelatihan keterampilan, siswa diharapkan mampu mengenali situasi yang mengancam nyawa, meminta bantuan dengan tepat, serta memahami tindakan pertolongan awal sesuai prosedur yang diajarkan.

Pelatihan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk meningkatkan kepedulian, keberanian, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, masyarakat awam dapat berperan penting dalam rantai pertolongan sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan.

Kegiatan Pengabmas dengan anggota tim Ns. Wella Meitri, Sp.Kep.MB., Ns. Zulharmaswita, Sp.Kep.An., Evi Maria Silaban, MKM., Ns. Nurlelasari Hasibuan, Sp.Kep.Onk., serta Ns. Jefry Eldiva Chandra, S.Kep dan mahasiswa D3 Keperawatan Solok ini, merupakan dosen Prodi D3 Keperawatan Solok, Poltekkes Kemenkes Padang, yang berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan edukasi dan pelatihan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Prodi D3 Keperawatan Solok, Poltekkes Kemenkes Padang, berharap edukasi BHD dapat menjadi bekal penting bagi siswa SMA, dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan terutama kegawatdaruratan kardiovaskuler. Kemitraan dengan Kecamatan Lubuk Sikarah juga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan literasi kesehatan dan membangun masyarakat yang lebih siap memberikan pertolongan pertama secara tepat dan aman.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi vokasi kesehatan, untuk tidak hanya menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran. Tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, melalui penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan. (Hendri)