Andal Melayani tak Sekadar Motto, tapi TASPEN Memberi Bukti

 

Oleh EFFENDI
Wartawan Topsatu

PADANG-“Alhamdullah beres. Pelayanan cepat. Petugas ramah pula. Saya senang,” kata Zardi Syahril usai mengurus pensiunnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) di TASPEN Kantor Cabang Padang, Jalan Soerdirman, Padang.

Zardi yang terakhir menjabat Kepala Bidang (Kabid) Sejarah, Adat dan Nilai-nilai Tradisi di Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, terhitung 1 Juli 2026, resmi tidak masuk kantor lagi. Sebagai pejabat eselon III sesuai aturan, dia genap berusia 58 tahun pada 21 Juni 2026 dan 1 Juli resmi pula menyandang pensiunan ASN kantor Gubernur Sumbar.

Meski pensiun 1 Juli, tapi Zardi sudah mengajukan surat permohonan pensiun kepada Kepala Kantor Regional XII BKN Pekanbaru, Riau sejak Februari. Surat permohonan dilengkapi dengan beberapa persyaratan setelah sebelumnya konsultasi dengan BKD Sumbar. Sekitar April 2026, SK pensiun terbit.

“Staf bagian umum di Dinas Kebudayaan Sumbar memberi tahu saya. Selanjutnya urus di kantor TASPEN. Katanya harus tuntas paling lambat 10 Juni 2026. Kalau tidak, bisa lebih lama prosesnya. Berkas kelengkapan saya juga sudah dikirim ke kantor TASPEN Cabang Padang,” tuturnya.

Tiga bulan menjelang pensiun itu, Zardi bukannya santai bekerja, justru lebih sibuk. Apalagi kegiatan yang berada di bidangnya, cukup banyak bersentuhan dengan anggota DPRD Sumbar khususnya bimbingan teknis (bimtek) dan dia segan jika tidak mendampingi anggota DPRD Sumbar. Padahal “bos”nya Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri (almarhum) sudah memberi kelonggaran kepada dirinya dan fokus mengurus pensiun.

Kenapa segan? “Saya sebelum pindah ke Dinas Kebudayaan Sumbar, empat tahun berdinas di DPRD Sumbar sebagai Kabag Persidangan dan Bagian Humas di bawah koordinasi saya. Jadi Insyaallah hubungan emosional tetap terpelihara. Nggak hadir saya. Kegiatanya berada di bidang saya, gimana gitu?,”ungkapnya.

Alhasil pengurusan di Kantor TASPEN dilakukan oleh istrinya, Rina yang kebetulan dua bulan sebelumnya resmi pula pensiun dari ASN Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan urusannya beres dengan mudah di kantor TASPEN. Istrinya datang ke kantor TASPEN pertengahan Mei 2026, membawa berkas-berkas yang masih kurang sekaligus mencocokkan kembali dengan data yang ada di sistem.

“Kata istri saya, jika hari itu saya hadir, bisa langsung diokekan. Tinggal foto wajah lagi. Saya bilang ke istri, tak apa-apa, paling lambat tanggal 10 Juni. Masih ada waktu. Mudah-mudahan beres,” tambahnya.

Pada Senin, 8 Juni 2026, kegiatan di bidangnya tak banyak. Lebih banyak di kantor. Zardi minta izin ke atasannya. Kadis Kebudayaan Sumbar mengizinkan. Lalu Zardi mendatangi kantor TASPEN Cabang Padang dan berharap hari itu juga beres. Senin itu, cukup banyak yang datang ke sana dan terpaksa antre.

Hampir sejam menunggu, nomor antrean Zardi dipanggil. Zardi beranjak dari tempat duduk antrean menuju petugas nomor 2. Dia disambut oleh petugas perempuan dengan murah senyum dan mempersilahkan Zardi duduk di kursi yang sudah disediakan.

Petugas itu lalu membuka aplikasi di komputernya dan mencari nama Zardi Syahrir. Setelah terbuka, petugas tersebut membacakan data dan kelengkapan yang sudah dikirim oleh staf di Dinas Kebudayaan Sumbar dan dilengkapi oleh istrinya, tempo hari. Dikroscek ulang oleh petugas kepada Zardi untuk memastikan data itu sudah valid dan lengkap 100 persen. Lalu foto wajah. Tuntas, baru diokekan.

“Petugas lalu tawarkan pinjaman dan asuransi. Ya, wajarlah. Tergantung kita terima atau tidak. Dia tak maksa kok. Saya juga puas, karena beberapa hal yang saya tanyakan lantaran ragu dan tidak tahu, dijawab mantap dan jelas oleh petugas. Andal melayani yang menjadi motto TASPEN, praktiknya memang terbukti. Saya alami,”terang Zardi gembira.

Zardi pun tahu mengurus pensiunan itu bisa dilakukan melalui layanan digital tanpa harus ke kantor TASPEN. Hemat waktu dan hebat biaya perjalanan. Hanya saja bagi Zardi, dengan mendatangi kantor TASPEN dan dilayani petugas, dia bisa bertanya apa saja soal TASPEN. “Kita di sana tidak dibatasi waktu kok,”singkat dia.

Jadi, sambungnya, tergantung orangnya, mau manual dengan mendatangi kantor cabang Taspen terdekat di wilayah masing-masing atau
layanan digital. Tapi bagi Zardi, lebih baik datang langsung ke kantor TASPEN. Cara konvensional ini memungkinkan interaksi langsung dengan petugas untuk memastikan validitas data dan kelengkapan berkas fisik. Pun bisa tanya-tanya yang lain.

Benar, ASN yang akan pensiun bisa memilih cara manual atau layanan digital. Cara manual dengan mendatangi kantor TASPEN, akan dilayani oleh petugas dengan ramah dan murah senyum. Dengan layanan digital, TASPEN juga sudah menyiapkan. Antara lain Andal by Taspen yang menyediakan berbagai fitur, mulai dari autentikasi peserta pensiun, informasi manfaat pensiun bulanan, pengajuan klaim dan nonklaim secara daring, pelacakan pengajuan, hingga informasi kepesertaan.

Salah satu fitur yang dapat dimanfaatkan peserta adalah autentikasi digital. Peserta pensiun yang telah melakukan perekaman wajah dapat menjalani proses verifikasi secara mandiri melalui swafoto menggunakan aplikasi. Dengan demikian peserta tidak harus selalu mendatangi kantor cabang atau tempat pembayaran pensiun hanya untuk melakukan autentikasi. Proses ini tetap memiliki fungsi penting untuk memastikan manfaat pensiun diterima oleh pihak yang berhak.

Bagi peserta yang memiliki keterbatasan dan mengalami kendala dalam melakukan autentikasi secara mandiri tetap dapat memperoleh pelayanan melalui kantor TASPEN terdekat.

Hingga September 2026, seperti dikutip dari media asuransinews.co.id, 30 Oktober 2026, aplikasi Andal by Taspen telah diunduh lebih dari 2,9 juta kali. TASPEN pun sudah memberikan layanan kepada 9,13 juta peserta, yang terdiri atas 5,85 juta peserta aktif dan 3,28 juta peserta pensiun. Layanan tersebut didukung oleh jaringan TASPEN yang tersebar di 57 kantor cabang, 46 mitra bayar, serta lebih dari 16 ribu titik layanan di seluruh Indonesia.

Meski begitu, digitalisasi perlu berjalan berdampingan dengan bantuan langsung agar peserta yang belum terbiasa menggunakan teknologi tetap memperoleh pelayanan yang memadai. Makanya TASPEN menyediakan pula sejumlah kanal informasi dan pengaduan resmi untuk memudahkan para peserta.

Baik layanan manual maupun layanan digital, TASPEN tetap berkomitmen dalam memastikan hak-hak peserta dapat disalurkan secara tepat. Dan akan terus meningkatkan layanan dan edukasi, termasuk sosialisasi program-program perlindungan sosial terbaru, digitalisasi layanan, serta penguatan sistem agar proses pencairan manfaat dapat berlangsung lebih cepat, mudah, dan transparan.

“Hal ini sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati bagi seluruh peserta,” kata Branch Manager TASPEN Kantor Cabang Padang, Kabul Wibowo saat menyerahkan manfaat Program Tabungan Hari Tua (THT) kepada Gubernur Sumatera Barat periode 2021–2025, H. Mahyeldi, S.P., M.M., yang telah menyelesaikan masa jabatannya.

Penyerahan manfaat tersebut dilakukan dalam kegiatan silaturahmi yang berlangsung di Istana Gubernur, Jumat (3/7/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan itu, Kabul Wibowo yang juga didampingi Branch Manager TASPEN Kantor Cabang Bukittinggi, Anika Rahmi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Pemprov Sumbar dalam mendukung program jaminan sosial bagi Pejabat Negara dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami ingin memastikan, setiap peserta TASPEN, tanpa terkecuali, mendapatkan haknya secara tepat dan transparan. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi kesejahteraan Pejabat Negara dan ASN,” ujar Kabul Wibowo.

Manfaat THT yang diserahkan merupakan hak setiap peserta Program TASPEN setelah berakhirnya masa kerja atau jabatan, termasuk bagi kepala daerah. Program tersebut menjadi salah satu bentuk perlindungan sosial yang dikelola TASPEN sebagai lembaga yang ditugaskan negara untuk menghimpun dan mengelola dana pensiun serta tabungan hari tua Pejabat Negara dan ASN di seluruh Indonesia.

Kegiatan silaturahmi itu juga menjadi salah satu bentuk kedekatan TASPEN dengan para mitra strategis di daerah sekaligus menegaskan peran lembaga dalam mendukung kesejahteraan Pejabat Negara dan ASN di Sumbar.

Komitmen TASPEN jelas. Menghadirkan kemudahan, mendekatkan pelayanan dan melayani sepenuh hati. Tak sekadar rancak dalam narasi tapi nyata dalam implementasi.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang jaminan sosial, TASPEN terus menghadirkan inovasi melalui teknologi untuk mempermudah para penerima pensiun di seluruh Indonesia. Langkah ini juga mendukung arahan Danantara Indonesia untuk mempercepat integrasi layanan digital nasional yang inklusif, efisien, aman, dan adaptif terhadap teknologi masa depan.

Ke depan, TASPEN diharapkan akan terus memperkuat pelayanan berbasis digital untuk mendorong efisiensi, efektif, memperluas jangkauan, dan berkontribusi dalam pembangunan.

Dan yang juga sangat diharapkan adalah TASPEN menyebarluaskan cerita dan kisah-kisah para penerima manfaat program ini. Diyakini banyak dan sangat beragam hal-hal positif yang dialami para pensiunan. Hal ini bisa menjadi tauladan dan motivasi bagi yang lain. Bangga dan beruntung menjadi peserta TASPEN. Pokoknya TASPEN, gitu lho?