AGAM — Upaya melestarikan sejarah dan seni budaya Minangkabau ke tingkat dunia terus dilakukan melalui karya sinematografi. Langkah nyata ini diwujudkan lewat rapat pembentukan Struktur Kepengurusan Manajemen Sianak Minang Official yang berlangsung penuh kehangatan di Nagari Bukit Batabuah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Senin (02/11/2026).
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Pimpinan Direksi ALKA Group, Hj. Lena MN. Kehadiran jajaran direksi ALKA Group menjadi dorongan besar bagi tim manajemen Sianak Minang dalam membangun industri kreatif berbasis nilai-nilai kearifan lokal.
Dalam struktur kepengurusan yang disepakati, Hj. Lena MN sebagai Pimpinan Direksi, Ajiswardi dipercaya menjabat sebagai Ketua, didampingi Ahsanul Mujahid sebagai Wakil Ketua. Posisi Bendahara diamanahkan kepada Endrianto, sementara sekretariat dikomandoi oleh Zulheni.
Sektor produksi kreatif mempercayakan peran Sutradara kepada Saldi, dengan ide cerita dan penulisan skenario digarap oleh Indra Mayulis. Untuk memperluas jangkauan karya, Budi Setiawan memimpin Divisi Pengembangan. Kepengurusan ini juga diperkuat oleh Wali Nagari Firdaus, MK dan Salmi Afrita sebagai Penasehat.
Wali Nagari Bukit Batabuah, Firdaus, MK, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif film anak nagari ini. Menurutnya, selama ini sejarah dan kondisi Minangkabau kerap terabaikan, padahal memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Firdaus menambahkan bahwa film merupakan media yang sangat efektif untuk mengenalkan adat istiadat serta sejarah berdirinya Minangkabau, sebagaimana kisah Majapahit di Pulau Jawa yang dikenal luas berkat karya audio-visual. Ke depan, karya sinema Minang ini diharapkan dapat menembus pasar nasional hingga internasional.
Sementara itu, Ahsanul Mujahid selaku pemeran utama sekaligus Wakil Ketua Sianak Minang menyampaikan rasa bangga dan haru atas soliditas tim. Ia menegaskan komitmen seluruh jajaran manajemen untuk tampil totalitas dalam menggarap karya sinema Minang.
Ahsanul juga memberikan apresiasi khusus atas keterlibatan Ketua LKAAM Sumatera Barat, Bapak Fauzi Bahar, yang berkenan menjadi bintang tamu dalam film ketiga mereka, film Pitaruah. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini memberikan suntikan semangat bagi seluruh kru dan pemeran.
Film Pitaruah sendiri diproyeksikan segera tayang pada tanggal 15 November mendatang, sesuai dengan informasi rilis yang telah dibagikan ke berbagai media. Peluncuran karya ini diharapkan menjadi batu loncatan penting bagi perkembangan sinema lokal Minangkabau.
Melalui pembentukan manajemen yang terstruktur dan kolaborasi berbagai pihak, Sianak Minang Official optimistis dapat terus berkarya dan membawa nama Nagari Bukit Batabuah serta kebudayaan Minangkabau berjaya di panggung perfilman. (*)













