Gubernur Mahyeldi Buka MTQ ke-46 Sawahlunto

Gubernur Sumbar H.Mahyeldi disuguhi sirih dalam carano saat membuka MTQ Ke 46 kota Sawahlunto Jumat (30/10). subandi

SAWAHLUNTO – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-46 tingkat Kota Sawahlunto di Lapangan Santur, Kecamatan Barangin, Jumat (30/10).

Pembukaan MTQ berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah, Kementerian Agama, kepala OPD, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Mahyeldi mengajak seluruh pihak, terutama generasi muda, untuk memperbanyak kegiatan positif sebagai upaya membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif.

“Saat ini begitu banyak tantangan, terutama maraknya sarana yang mengarahkan pada kegiatan negatif seperti kecanduan media sosial. Kegiatan positif seperti MTQ ini adalah salah satu langkah nyata untuk membentengi generasi muda kita,” tegasnya.

Mahyeldi juga menyambut baik imbauan Menteri Agama agar MTQ dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto yang konsisten mengikutsertakan putra-putri asli daerah dalam setiap perhelatan MTQ.

Mahyeldi turut mengingatkan semangat Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang diperingati pada Oktober. Ia menyebut Sawahlunto memiliki sejarah penting dalam perjalanan pergerakan pemuda Indonesia, termasuk sebagai daerah asal tokoh Mohammad Yamin dan Djamaluddin Adinegoro.

Sementara itu, Walikota Sawahlunto, Riyanda Putra mengatakan pemerintah daerah berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya mampu membaca Alquran dengan baik, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Riyanda juga memotivasi peserta dengan mengingatkan capaian Sawahlunto pada MTQ tingkat provinsi sebelumnya. Meski berada di peringkat dua terbawah, ia menyebut seluruh peserta yang mewakili Sawahlunto merupakan putra-putri asli daerah.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Sumbar, Dr. H. Tan Gusli menegaskan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih prestasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum menumbuhkan kecintaan dan memperkuat penghayatan terhadap Alquran.

“Keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi seberapa jauh kegiatan ini mampu membuat masyarakat semakin dekat dengan nilai-nilai Alquran,” ujarnya. (sbd)