Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Pacu Kuda Gelanggang Dang Tuanku Bukit Gombak

Pacu kuda di gelanggang Dang Tuanku Bukit Gombak. (ist)
BATUSANGKAR – Masyarakat Tanah Datar tumpah ruah menyaksikan pacu kuda open race dan tradisional bupati cup 2026 di gelanggang Dang Tuanku Bukit Gombak.
Hari kedua pelaksaannya, Senin, (19/10) dinilai berhasil menyedot perhatian masyarakat dan bergeraknya ekonomi kreatif di gelanggang.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menilai pelaksanaan alek pacu berlangsung sukses dan lancar. Selain melestarikan tradisi, kegiatan tersebut dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan aktivitas perdagangan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bupati mengapresiasi masyarakat yang menonton telah menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama selama kegiatan berlangsung.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, sponsor, unsur TNI-Polri, Satpol PP, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, pelaksanaan bupati cup pacu kuda 2026 dua hari berjalan dengan baik. Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjalankan tugasnya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Pada hari kedua besok salah satu perlombaan yang dinantikan adalah kelas derby dengan hadiah sekitar Rp35 juta yang diikuti tujuh ekor kuda terbaik di Sumatera Barat.
Menurut Eka Putra, pelaksanaan pacu kuda yang diselenggarakan dua kali dalam setahun merupakan respons terhadap tingginya minat masyarakat, khususnya penghobi olahraga pacu kuda di Tanah Datar.
Ia mengatakan, selain menjadi ajang olahraga dan pelestarian tradisi, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat luas.
Dengan puluhan ribu penonton yang memadati tribun dan kawasan gelanggang, aktivitas jual beli di lapak UMKM maupun warung-warung masyarakat ikut meningkat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh warga Tanah Datar saja, tetapi juga masyarakat dari daerah lain yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Perputaran uang di sini cukup tinggi. Tentu kami ingin Tanah Datar terus memiliki berbagai kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Eka Putra menambahkan, pacu kuda merupakan bagian dari rangkaian kegiatan daerah yang turut mendorong aktivitas masyarakat.
Terkait dukungan terhadap pelaksanaan pacu kuda dua kali setahun, Eka Putra menyebut ninik mamak dari tiga nagari serta kalangan pemuda memberikan dukungan penuh. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan ini telah menjadi harapan masyarakat, terutama warga Batusangkar dan para penghobi olahraga pacu kuda.
“Insyaallah, tahun depan kita laksanakan lagi. Kita akan meminta jadwal setelah Idul Fitri kepada Pordasi Sumbar, kemudian mengajukan jadwal untuk pelaksanaan berikutnya pada akhir tahun,” ujarnya. (ydi)