BATUSANGKAR – Wakaf 1.000 hafizh kembali digelar, tahun ini telah memasuki pelaksanaan ke-11. Kegiatannya dibuka Bupati Eka Putra kemarin di halaman Istano Basa Pagaruyung.
Bupati mengatakan, program yang sudah sebelas kali dilaksanakan memang dilanjutkan dari bupati sebelumnya.
“Program ini sudah kesebelas kali ini dilaksanakan semenjak almarhum Bupati Irdinansyah Tarmizi, dan dilanjutkan sampai sekarang dengan memperdalam dengan Program Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah,” terangnya.
Dikatakan Eka Putra, semua berangkat dari mimpi dan cita-cita mulia untuk menciptakan generasi muda Tanah Datar di 2045 nanti akan di isi generasi penghafal Alquran.
Ditambahkan, eksistensi pelaksanaan program tersebut tidak terlepas dukungan semua pihak, mulai dari anggota DPRD, OPD terkait, camat, wali nagari, rumah tahfizh, lajnah Tahfizul Qur’an, ustadz dan ustadzah serta orang tua dan keluarga.
Menurut Ketua Pelaksana Mukhlis, pelaksanaan Wakaf 1.000 Hafizh telah dimulai dengan kegiatan validasi hafalan pada Agustus dan September 2026 kemarin.
“Ada lebih kurang 1.700 hafiz dan hafizah divalidasi hafalan Alqurannya, sehingga menyisakan 1.000 hafizh yang kita laksanakan Wakaf Quran hari ini,” ujarnya.
Dikatakan Mukhlis, saat ini terdata ada 355 rumah tahfizh seluruh wilayah Kabupaten Tanah Datar dan ada 236 rumah tahfizh yang ada di sekolah, sehingga total Rumah Tahfizh ada 591 buah.
“Jumlah ini tentu akan terus kita tingkatkan lagi, sehingga saat ini sebanyak 21 ribu hafiz dan hafizah yang terdata juga akan terus meningkat sehingga pada 2045 nanti setidaknya setengah masyarakat Tanah Datar adalah penghafal Alquran,” sampainya.
Sementara itu Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra menyampaikan, ia bersama DPRD Tanah Datar sangat mendukung program keagamaan yang dilaksanakan Pemerintah Daerah.
Dalam tausyiahnya Ustad Harya Toni dari IAIN Kerinci Provinsi Jambi menyatakan apresiasi dan kebahagiaannya menjadi bagian dari kegiatan Waqaf 1000 Hafizh kesebelas 2026. (ydi)












