SAWAHLUNTO, TOPSATU.COM – Ketua Komisi III DPRD Kota Sawahlunto, Siadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pengerjaan rehabilitasi berat Kantor Balai Kota Sawahlunto di Kelurahan Lubang Panjang, Kecamatan Barangin, Rabu (21/10). Sidak tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai perencanaan.
Kantor Balai Kota Sawahlunto merupakan bangunan lama yang berdiri sejak 1982. Setelah puluhan tahun digunakan, gedung tersebut akhirnya menjalani rehabilitasi berat dengan anggaran lebih dari Rp4,9 miliar. Pekerjaan itu dilaksanakan oleh CV Duta Mega Pro Specta.
Sejumlah bagian bangunan, seperti atap, pintu, dan jendela, diketahui telah mengalami kerusakan akibat usia pemakaian. Rehabilitasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan lingkungan kerja sekaligus memperbaiki kondisi gedung pemerintahan tersebut.
Saat ditemui di area parkir Balai Kota Sawahlunto, Siadi mengatakan progres pekerjaan berdasarkan hasil peninjauannya telah melampaui jadwal yang ditetapkan. Ia juga menyebutkan adanya perubahan material pada bagian atap. Material gipsum yang semula direncanakan diganti dengan PVC, termasuk bagian pembatas ruangan, sesuai dengan perencanaan pekerjaan yang telah disesuaikan.
Dengan sisa waktu pengerjaan sekitar dua bulan, Siadi meminta kontraktor pelaksana mempercepat penyelesaian proyek agar tidak melewati batas waktu kontrak. Meski demikian, ia menegaskan bahwa percepatan pekerjaan tidak boleh mengabaikan kualitas hasil pembangunan.
“Kontraktor harus mempercepat pekerjaan agar selesai tepat waktu. Namun, kualitas tetap harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sawahlunto, Def Efrianto, optimistis kontraktor mampu menyelesaikan rehabilitasi tersebut dengan baik. Ia meminta pelaksana mengoptimalkan waktu kerja, termasuk dengan menambah jam kerja apabila diperlukan, agar target penyelesaian dapat tercapai.
Selain rehabilitasi gedung pemerintahan, Dinas PUPR juga menangani sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan yang tersebar di empat kecamatan, yakni Silungkang, Lembah Segar, Barangin, dan Talawi. Dari total 16 paket pekerjaan jalan yang dilaksanakan, sebagian di antaranya telah rampung.
Def Efrianto mengakui, salah satu pekerjaan yang masih berlangsung adalah pengecoran beton ruas jalan Guguk Bungo–Sibarambang sepanjang 900 meter. Proyek yang bersumber dari APBD 2026 dengan anggaran Rp1,3 miliar tersebut baru mencapai sekitar 50 persen. Ia berharap pekerjaan jalan itu dapat diselesaikan seluruhnya pada akhir Desember 2026. (sbd)












