SAWAHLUNTO – Setelah empat hari lamanya mencari, akhirnya tenaga teknis PDAM menemukan penyebab putusnya aliran air minum di pusat kota Sawahlunto dan Silungkang. Pipa utama sirkulasi air PDAM rusak dihantam banjir, Minggu (11/10) lalu.
“Lokasi pipa yang rusak di Lubuk Sempit Mudik Air, Desa Kubang, Kecamatan Lembah Segar,” kata Direktur PDAM Yufron menjawab pertanyaan wartawan TOPsatu.com di ruang kerjanya, Jumat (16/10).
“Akibat pipa sirkulasi utama putus itu 600 pelanggan terpekik selama empat hari,” sebut Yufron.
Tim teknis dari PDAM melakukan perbaikan pada pipa utama jaringan air . Itu bukan pekerjaan ringan.
Akhirnya Kamis (16/10) pekerjaan dapat dirampungkan dalam satu hari pekerjaan. Sekarang distribusi air ke pelanggan sudah normal kembali .
Soal pelayaan air minum di Barangin, PDAM masih bergantung dengan mesin pompa Rantih peninggalan Ombilin yang usianya sudah tua. Pompa itu hanya mampu beroperasi empat jam. Sehari semalam pompa mampu beroperasi dua belas jam dengan debit air 30 liter perdetiknya. Tagihan listrik untuk operasional pompa itu sangat besar lebih kurang Rp 250 juta per bulannya.
Namun karena ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat, pihaknya akan terus berupaya memberi layanan terbaik untuk pelanggan.
Selama Januari sampai September 2026 ini, PDAM telah menambah 119 sambungan. Sehingga sekarang ini pelanggan PDAM Sawahlunto berjumlah 9.231 pelanggan.
Ke depan lanjutnya penambahan jaringan akan terus dilakukan. Bahkan tahun ini PDAM melalui dinas PUPR Sawahlunto mendapat proyek Rp 250 juta untuk masang jaringan baru di kawasan UNP Padang Kampus Sawahlunto Kandi. (sbd)












