SAWAHLUNTO – Walikota Sawahlunto, Riyanda Putra, menyambut kedatangan Ketua Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi), Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji, beserta jajaran pengurus dan ratusan kenshi dari berbagai daerah di Sumatera di balairung rumah dinas walikota, Selasa (23/6/2026) malam.
Kehadiran rombongan tersebut dalam rangka mengikuti Kejuaraan Shorinji Kempo memperebutkan Piala Ketua Umum Pengprov Perkemi Sumatera Barat antar kabupaten/kota se-Sumatera yang digelar di Kota Sawahlunto.
Sebagai kota yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO, Sawahlunto menjadi tuan rumah bagi para atlet kempo yang datang dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus mempererat silaturahmi antar-kenshi.
Kejuaraan ini juga memiliki nilai istimewa karena Pengprov Perkemi Sumatera Barat saat ini dipimpin oleh putra asli Sawahlunto, Bagas Panyusunan Nasution, yang juga anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat. Momentum tersebut menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam mendukung pembinaan olahraga dan pengembangan generasi muda yang berprestasi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kejuaraan tersebut serta sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan organisasi olahraga.
“Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kota Sawahlunto dan Perkemi Sumatera Barat dapat semakin memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas organisasi, serta melahirkan atlet-atlet kempo yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujar Riyanda.
Menurutnya, kehadiran ratusan atlet dan ofisial dari berbagai daerah semakin menguatkan posisi Sawahlunto sebagai kota event yang mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
“Melalui kejuaraan ini, visi kita sebagai kota event benar-benar terwujud. Kota ini menjadi hidup dengan kreativitas dan sportivitas, sekaligus menghidupi masyarakat melalui dampak ekonomi yang nyata. Hunian hotel dan homestay meningkat, rumah makan ramai, serta pelaku UMKM turut merasakan manfaat dari kedatangan tamu dari berbagai daerah,” katanya.
Riyanda menegaskan, pengembangan olahraga merupakan bagian dari semangat Era Baru Sawahlunto Maju, yang mengintegrasikan pembinaan atlet dengan penguatan ekonomi kerakyatan dan sektor pariwisata.
Sementara itu, Ketua Umum PB Perkemi, Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji, memberikan apresiasi kepada Pengprov Perkemi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Bagas Panyusunan Nasution atas terselenggaranya kejuaraan yang dinilainya sangat baik dan berpotensi berkembang menjadi ajang yang lebih besar.
Agus menyebut Indonesia saat ini merupakan negara dengan jumlah pegiat Shorinji Kempo terbesar kedua di dunia setelah Jepang. Karena itu, ia mendorong pengurus daerah untuk mulai memikirkan penyelenggaraan kejuaraan yang melibatkan peserta dari negara-negara tetangga.
Ia juga menegaskan komitmen PB Perkemi untuk terus membawa Shorinji Kempo Indonesia ke tingkat internasional, termasuk memperjuangkan agar cabang olahraga tersebut kembali dipertandingkan pada SEA Games 2027 dan 2029.
“Prinsip saya sebagai Ketua Umum adalah jangan pernah takut bermimpi, karena mimpi bisa menjadi kenyataan. Jika tidak bermimpi, kita tidak memiliki harapan untuk masa depan,” ujar Agus memotivasi para kenshi.
Selain itu, PB Perkemi juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan atlet melalui berbagai program strategis, termasuk peluang beasiswa bagi atlet berprestasi melalui kerja sama dengan sejumlah mitra.
Menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur, Agus berharap Sumatera Barat mampu meningkatkan prestasi dan meraih medali. Ia menilai peluang tersebut cukup besar mengingat Sumbar juga akan menjadi tuan rumah Pra-PON pada 2027.
Di akhir acara, Agus Setiadji menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah, serta seluruh jajaran pemerintah daerah atas sambutan hangat yang diberikan kepada seluruh kontingen.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan masyarakat akan menjadi modal penting dalam mencetak atlet-atlet kempo berprestasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga. (sbd)












