TILATANG KAMANG, TOPSATU – Aksi perampokan menggunakan senjata api terjadi di EB Mart, Simpang Aur Pakan Kamih, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Senin (19/10) sekitar pukul 22.00 WIB. Seorang pelaku berhasil dilumpuhkan dan diamankan warga setelah terlibat baku hantam dengan anak pemilik toko. Sementara itu, sejumlah pelaku lainnya diduga melarikan diri menggunakan mobil berwarna putih.
Pemilik EB Mart, Laili, menceritakan kronologi kejadian tersebut kepada Topsatu. Menurutnya, saat peristiwa terjadi, toko sudah tutup. Ia bersama anak laki-lakinya, Aan, dan seorang karyawan perempuan masih berada di depan toko untuk mengunci pintu rolling door.
Ketika karyawannya hendak memasang gembok dengan didampingi Aan, seorang pria yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy berwarna hitam berhenti di depan toko. Setelah turun dari sepeda motor dan mendekati Aan, pria tersebut tiba-tiba mengacungkan senjata api dan menembakkannya ke arah Aan. Peluru mengenai paha kanan Aan hingga memicu perkelahian antara keduanya.
Melihat kejadian itu, Laili berusaha menyelamatkan diri sambil membawa tas berisi uang tunai sekitar Rp100 juta. Uang tersebut merupakan setoran BRILink dan hasil penjualan toko pada hari itu.
Setelah menembak Aan, pelaku berusaha mengejar Laili untuk merampas uang yang dibawanya. Namun, Laili berhasil melepaskan diri dan menyelamatkan tas tersebut ke toko penjualan makanan ayam dan kucing miliknya yang berada di seberang jalan.
Sementara itu, pelaku kembali terlibat baku hantam dengan Aan. Laili kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Namun, sejumlah warga yang berusaha mendekat untuk membantu justru mundur setelah diancam dengan senjata api oleh pelaku.
Seorang petugas keamanan (satpam) BRI Unit Koto Tangah yang sedang bertugas malam itu juga berusaha mendekati lokasi, tetapi mengurungkan niatnya setelah ditodong senjata api.
Laili yang melihat anaknya masih berkelahi dengan pelaku akhirnya memberanikan diri mendekat. Saat itu, ia melihat sebuah helm terjatuh di jalan raya. Helm tersebut kemudian diambil dan dilemparkannya ke arah pelaku.
“Alhamdulillah, helm yang saya lempar mengenai bahunya hingga pelaku tersungkur. Melihat pelaku jatuh, warga langsung mengamankannya. Satpam BRI Unit Koto Tangah kemudian memborgol pelaku,” tutur Laili.
Tak lama kemudian, anggota Polsek Tilatang Kamang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan warga. Pelaku beserta barang bukti, antara lain sepeda motor Honda Scoopy dan jaket miliknya, selanjutnya diamankan untuk proses hukum.
Laili menambahkan, saat kejadian berlangsung, diduga ada seorang pelaku lain yang datang menggunakan mobil berwarna putih. Namun, keberadaan mobil tersebut awalnya tidak menjadi perhatian Laili maupun warga.
Menurutnya, warga sempat meneriaki pengemudi mobil tersebut agar ikut membantu mengamankan perampok. Mobil itu kemudian bergerak perlahan dan berhenti di dekat lokasi. Seorang pria yang diduga rekan pelaku lalu masuk ke dalam mobil tersebut sebelum kendaraan melaju kencang ke arah Bukittinggi.
Peristiwa itu memunculkan dugaan di kalangan warga bahwa pengemudi mobil tersebut merupakan bagian dari komplotan perampok. Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak kepolisian.
Laili mengatakan, anggota Polsek Tilatang Kamang yang mendatangi tokonya pada Selasa pagi menyampaikan bahwa pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolres Bukittinggi. Rekaman kamera pengawas (CCTV) toko yang merekam kejadian tersebut juga telah beredar luas di masyarakat.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tilatang Kamang, AKP Bonar Sunardi, belum dapat memberikan keterangan karena sedang mengikuti kegiatan dan pertemuan di Mapolres Bukittinggi. Petugas piket yang ditemui menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada Kapolsek.
Aan: Tiga Kali Tembakan
Topsatu juga menemui Aan yang tengah menjalani perawatan di Puskesmas Pakan Kamis. Dalam keterangannya, Aan mengungkapkan bahwa dirinya semula mengira pria yang datang tersebut hendak bertransaksi di toko.
“Awalnya, setelah toko ditutup dan kami hendak memasang gembok, datang seorang laki-laki. Aan mengira dia mau transfer atau menarik uang, atau mungkin membeli paket internet maupun pulsa. Belum sempat Aan bertanya, senjata api pelaku langsung meletus dan pelurunya mengenai paha kanan Aan,” tuturnya.
Meski terluka, Aan mengaku tetap berusaha melawan pelaku hingga terjadi baku hantam. Dalam situasi tersebut, pelaku sempat mendekati ibunya yang membawa uang tunai, tetapi Laili berhasil menyelamatkan diri bersama tas berisi uang tersebut.
Aan juga mengatakan pelaku melepaskan tembakan sebanyak tiga kali. Pada tembakan berikutnya, menurut Aan, terdengar seperti senjata tersebut kehabisan peluru atau amunisi.
“Tekad Aan kembali membara untuk melumpuhkannya. Akhirnya, pelaku tersungkur setelah dilempar helm oleh mama. Warga yang sudah berkumpul kemudian mengamankan pelaku,” ujarnya.
Aan berharap kejadian tersebut menjadi perhatian agar keamanan masyarakat, khususnya pelaku usaha yang melakukan transaksi keuangan pada malam hari, semakin terjamin. (510)












