PT Semen Padang Perluas Bisnis Nonsemen, Bundling SEPABLOCK dengan PLN Disiapkan pada 2027

PADANG — PT Semen Padang terus memperluas bisnis nonsemen dan produk turunan melalui pengembangan material konstruksi SEPABLOCK serta kerja sama lintas sektor. Salah satu langkah yang disiapkan adalah program bundling bersama PLN Group untuk mengintegrasikan paket material bangunan dengan fasilitas prioritas tambah daya listrik gratis bagi pengembang perumahan yang memenuhi ketentuan.

Rencana kerja sama tersebut diperkenalkan dalam Forum Diskusi Sinergi PLN Group Bersama Stakeholder di Pangeran Beach Hotel Padang, Rabu (28/10/2026). Forum ini membahas peluang kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, dan pengembang dalam menghadirkan solusi perumahan yang lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan kolaborasi dengan PLN Group merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar-BUMN. Menurutnya, setiap perusahaan memiliki peran dan kompetensi berbeda, tetapi dapat saling melengkapi dalam mendukung sektor perumahan, baik melalui penyediaan material konstruksi maupun layanan kelistrikan.

Win menjelaskan, pengembangan SEPABLOCK tidak hanya berorientasi pada perluasan pemasaran produk. PT Semen Padang juga berupaya menghadirkan alternatif solusi konstruksi yang dapat membantu pengembang memenuhi kebutuhan pembangunan rumah dengan mempertimbangkan kualitas, efisiensi waktu, dan dukungan teknis yang memadai.

Sebagai produk turunan perusahaan, SEPABLOCK telah memiliki sertifikat SNI 9384:2025 yang masih berlaku serta TKDN sebesar 97,09 persen. Berdasarkan materi yang dipaparkan dalam forum, produk tersebut juga dinyatakan lulus uji kliring teknologi PUPR. Capaian tersebut menjadi bagian dari pengembangan produk lokal yang didorong PT Semen Padang untuk memenuhi kebutuhan pasar konstruksi.

Kepala Departemen Bisnis Non Semen dan Produk Turunan PT Semen Padang, Ridwan Muchtar, mengatakan perusahaan terus mengembangkan berbagai bidang usaha, mulai dari jasa fabrikasi dan konstruksi, bisnis material, hingga produk hilir. Pengembangan ini ditujukan untuk menjangkau kebutuhan pasar yang semakin beragam dan memperluas kontribusi perusahaan di luar bisnis semen.

Melalui bundling bersama PLN Group, PT Semen Padang menyiapkan paket SEPABLOCK, semen, dan material pendukung lainnya melalui perusahaan serta anak usaha. Program tersebut dipadukan dengan fasilitas prioritas tambah daya listrik gratis dari 900 VA menjadi 1.300 VA bagi pengembang yang memenuhi persyaratan. Skema ini direncanakan mulai berjalan pada awal 2027 setelah finalisasi kerja sama.

Mekanisme program yang disiapkan mencakup pemesanan paket material untuk minimal 10 unit rumah, verifikasi pembelian dan data unit, pembangunan menggunakan SEPABLOCK, serta pengajuan tambah daya listrik melalui PLN. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari rancangan pelaksanaan yang perlu dipenuhi pengembang sebelum memperoleh manfaat program.

Dari sisi kapasitas, fasilitas produksi SEPABLOCK di Padang diproyeksikan mampu mendukung pembangunan hingga 200 unit rumah per bulan. Produk ini telah digunakan oleh 11 pengembang dan empat kontraktor di Sumatera Barat. Sementara itu, pembangunan rumah tipe 36 menggunakan SEPABLOCK diperkirakan dapat diselesaikan dalam sekitar 21–30 hari, bergantung pada kondisi proyek dan tahapan pekerjaan.

Win berharap sinergi PT Semen Padang dengan PLN Group dapat berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha perumahan serta masyarakat. Melalui penguatan bisnis nonsemen, inovasi produk turunan, dan kolaborasi antar-BUMN, PT Semen Padang berkomitmen memperluas pemanfaatan produk konstruksi sekaligus mendukung pertumbuhan sektor perumahan di Sumatera Barat.

Catatan redaksi: Keempat berita menggunakan sudut berbeda: inovasi konstruksi, manfaat bagi pengembang, ekosistem smart home, dan strategi bisnis nonsemen. Program bundling, fasilitas tambah daya gratis, serta jadwal pelaksanaannya tetap ditulis sebagai rencana yang ditargetkan berjalan pada awal 2027, bukan program yang sudah resmi berlaku. (*)