PADANG — PT Semen Padang terus memperkuat inovasi produk turunan melalui pengembangan Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK). Material konstruksi ini disiapkan sebagai alternatif bagi pengembang perumahan untuk mendukung efisiensi pembangunan, sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas bisnis nonsemen di Sumatera Barat.
Pengembangan SEPABLOCK menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Diskusi Sinergi PLN Group Bersama Stakeholder di Pangeran Beach Hotel Padang, Rabu (28/10/2026). Dalam forum tersebut, PT Semen Padang bersama PLN Group memperkenalkan rencana program bundling material konstruksi dengan fasilitas prioritas tambah daya listrik gratis bagi pengembang yang memenuhi persyaratan.
Kepala Departemen Bisnis Non Semen dan Produk Turunan (BNSPT) PT Semen Padang, Ridwan Muchtar, mengatakan pengembangan SEPABLOCK merupakan upaya perusahaan menjawab kebutuhan pasar perumahan yang terus berkembang. Menurutnya, pengembang membutuhkan material yang memiliki spesifikasi jelas serta dukungan teknis untuk menjaga kualitas dan efisiensi pekerjaan.
Berdasarkan materi yang dipaparkan dalam forum, SEPABLOCK telah memiliki sertifikat SNI 9384:2025 yang masih berlaku dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 97,09 persen. Produk tersebut juga dinyatakan lulus uji kliring teknologi PUPR, sehingga menjadi salah satu produk turunan PT Semen Padang yang dipasarkan untuk mendukung kebutuhan konstruksi.
Dari sisi waktu pengerjaan, pembangunan rumah tipe 36 menggunakan SEPABLOCK diperkirakan dapat diselesaikan dalam sekitar 21–30 hari. Estimasi ini bergantung pada kondisi proyek, kesiapan material, tenaga kerja, serta tahapan pekerjaan yang dilakukan pengembang di lapangan.
Fasilitas produksi SEPABLOCK di Padang diproyeksikan mampu mendukung pembangunan hingga 200 unit rumah per bulan. Produk ini juga telah digunakan oleh 11 pengembang dan empat kontraktor di Sumatera Barat. PT Semen Padang berharap pemanfaatannya terus meluas seiring meningkatnya kebutuhan material konstruksi untuk sektor perumahan.
Ridwan menjelaskan, perusahaan menyiapkan skema bundling bersama PLN Group yang mencakup SEPABLOCK, semen, dan material pendukung lainnya melalui PT Semen Padang serta anak usaha. Paket tersebut dirancang dengan harga yang lebih kompetitif dan dipadukan dengan fasilitas prioritas tambah daya listrik dari 900 VA menjadi 1.300 VA secara gratis bagi pengembang yang memenuhi ketentuan.
Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada awal 2027 setelah finalisasi kerja sama dan peluncuran. Mekanisme yang disiapkan mencakup pemesanan paket material untuk minimal 10 unit rumah, verifikasi pembelian dan data unit, pembangunan menggunakan SEPABLOCK, serta pengajuan tambah daya melalui PLN sesuai ketentuan yang disepakati.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan pengembangan SEPABLOCK merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas bisnis nonsemen sekaligus memberikan alternatif solusi konstruksi kepada pasar. Menurutnya, inovasi produk turunan perlu disertai kolaborasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku industri perumahan.
PT Semen Padang berharap pengembangan SEPABLOCK dan rencana bundling dengan PLN Group dapat memperkuat daya saing produk lokal, mendukung efisiensi pembangunan rumah, serta memberikan nilai tambah bagi pengembang. Melalui inovasi dan kerja sama lintas sektor, perusahaan berupaya terus memperluas kontribusi terhadap pertumbuhan industri konstruksi di Sumatera Barat. (*)













