PADANGPANJANG–Festival Kesenian Indonesia (FKI)+XIII-2026 akan dimulai Selasa (20/10) besok di kampus ISI Padang Panjang. Iven berskala nasional itu tidak hanya diikuti delegasi 9 Perguruan Tinggi Seni (PTS) se-Indonesia, melainkan juga ada maestro dan pelaku seni dari Malaysia, Singapura, USA, Korsel, Tajikistan dan Australia.
“ISI Padang Panjang sudah siap menjadi tuan rumah FKI+XIII-2026. Sesuai jadwal, acara akan dibuka besok siang dan akan berlangsung hingga 24 Oktober mendatang,” kata Rektor ISI DR. Febri Yulika dalam konferensi pers di gedung rektorat, Senin (19/10).
Febri yang didampingi Direktur FKI DR. Yusril, Susasrita Loravianti selaku Mitra FKI, para wakil rektor, dekan, Kepala LP3M dan kabiro menyebutkan, ini merupakan kali ketiga bagi ISI Padang Panjang dipercaya menjadi tuan rumah FKI. Pertama kali saat FKI ke-III tahun 2001 (masih bernama STSI) dan kedua kalinya saat FKI ke-IX tahun 2016.
“FKI diadakan satu kali dua tahun oleh Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni (BKS PTS). Semestinya FKI ke-XIII diadakan tahun 2025 lalu, namun karena alasan efisiensi terpaksa diundur tahun 2026 ini,” sebutnya.
Dikatakan Febri, awalnya iven ini hanya bernama FKI. Barulah pada FKI ke-XII di ISI Denpasar tahun 2023 lalu, ditambahkan kata plus (+). Penambahan plus lantaran ada beberapa agenda yang baru dan berbeda dibanding FKI-FKI sebelumnya.
“Pada FKI+XIII ini, nilai plusnya antara lain keterlibatan peserta dari luar negeri, penampilan karya unggulan dari setiap delegasi, adanya tangkai lomba seni dan screening film. Perlu juga dicatat, iven ini gratis dan terbuka untuk umum,” katanya.
Rektor juga mengaku, iven yang mengusung tema “Art, Folklore dan Ecology” tersebut mendapat dukungan dari dua kementerian, Kemenristekdikti dan Kemenbud, Sanggar Sikambang Manih selaku Mitra FKI, bank mitra ISI, serta Pemko Padang Panjang, Bukittinggi dan Pemkab Tanah Datar. “Pak Menteri Kebudayaan juga menyiapkan piala bergilir bagi juara umum tangkai lomba seni,” lanjutnya.
Febri Yulika juga menjelaskan tujuan dari FKI tersebut, antara lain menghadirkan ruang presentasi artistik lewat karya unggulan dan pameran, serta memperkuat wacana kritis melalui seminar internasional, meningkatkan kompetensi lewat workshop dan menumbuhkan kreativitas mahasiswa melalui perlombaan seni, memperkuat jejaring akademik antar perguruan tinggi, melakukan konsolidasi keilmuan dalam temu guru besar, menghadirkan ruang pewarisan nilai lewat temu maestro, menguatkan akar budaya Indonesia serta merespons kekayaan folklor dan kesadaran ekologis.
Direktur FKI Yusril menambahkan, FKI+XIII-2026 diikuti 232 peserta dari 9 Perguruan Tinggi Seni se-Indonesia, serta sejumlah maestro dan pelaku seni dari negara asing. Pembukaan acara akan dipusatkan di Lapangan ISI Padang Panjang pada Selasa (20/10) malam, sementara penutupan akan digelar Sabtu (24/10) malam di Prosenium Hoerijah Adam.
Diantara kegiatan yang akan digelar adalah pameran seni rupa unggulan, temu pimpinan Perguruan Tinggi Seni, Seminar Internasional ICAMAC, screening film, temu maestro, temu kurator, pertunjukan karya unggulan dan tangkai lomba seni.
“Kami undang masyarakat umum untuk turut menyaksikan berbagai pertunjukan karya unggulan di Prosenium Hoerijah Adam. Pertunjukan digelar pada Rabu malam hingga Jumat Malam secara gratis,” ucapnya.
Selain di kampus ISI Padang Panjang, sejumlah agenda FKI XIII juga digelar di tempat lain. Lomba fotografi di area Jam Gadang Bukittinggi, lomba Sketsa Arsitektur di Istana Pagaruyung, serta arak-arakan PTS di Jalan Protokol Padang Panjang. (Jas)












