PEKANBARU — PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) II Pekanbaru menghadirkan terobosan baru dalam ekosistem investasi emas. Lewat inovasi mesin ATM Emas, masyarakat kini bisa mencetak tabungan emas digital mereka menjadi fisik secara instan, mulai dari cetak berbasis barcode hingga kepingan 100 gram.
Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Agus Riyadi, mengungkapkan bahwa kehadiran ATM Emas merupakan bukti nyata bagi publik mengenai keamanan dan ketersediaan fisik emas yang mereka tabung di Pegadaian.
“ATM Emas ini bukti kepada masyarakat bahwa emasnya ada dan terjamin. Setelah di Pekanbaru, mesin ATM Emas berikutnya akan segera kami operasikan di Kota Padang,” ungkap Agus Riyadi.
Langkah ini memperkuat posisi Pegadaian sebagai Bullion Bank (bank emas) di Indonesia, di mana secara nasional total tabungan emas masyarakat telah menembus 20 ton. Dengan biaya titip emas yang sangat terjangkau—hanya Rp30.000 per tahun—emas dinilai sebagai instrumen paling tangguh (survive) menghadapi ancaman krisis ekonomi.
Kinerja Kanwil II Pekanbaru (membawahi Riau, Kepri, dan Sumbar dengan 39 kabupaten/kota) juga menunjukkan tren luar biasa. Laba bersih tercatat melampaui target di atas 100 persen, didukung pertumbuhan omset pembiayaan sebesar 46,84 persen (Rp5,4 triliun).
Di tingkat area, Padang menjadi penyumbang pertumbuhan omset tertinggi sebesar 52,8 persen dengan 199.670 nasabah aktif (omset Rp4,31 triliun), mengungguli Pekanbaru dan Batam.
Di samping itu, utilisasi aplikasi digital (Tring) di Kanwil II menembus 420.079 nasabah dengan 2.223.164 transaksi, atau setara Rp248,59 miliar.
“Sejak berdiri tahun 1901, misi kami tidak berubah: membebaskan masyarakat dari rentenir dan lintah darat melalui solusi keuangan yang aman, mulai dari Gadai, Arum Haji, Arum Safar/Umrah, hingga Pinjaman Modal Kerja UMKM,” tegas Agus.













