SAWAHLUNTO, TOPSATU.COM – Pemerintah Kota Sawahlunto menghibahkan tanah seluas 0,4 hektare di kawasan Kandi untuk pembangunan kantor permanen Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sawahlunto.
Kepala BNN Kota Sawahlunto Didit Bagoes Wicaksono menyambut positif hibah tanah tersebut. Menurutnya, keberadaan kantor permanen sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas dan kinerja BNN dalam memberantas peredaran narkotika di daerah itu.
Selama ini, kantor BNN Sawahlunto masih menyewa fasilitas milik BUMN PT Bukit Asam UPO Sawahlunto. Kondisi tersebut dinilai cukup membebani operasional lembaga.
“Selama ini aktivitas kantor kita menyewa dengan BUMN PT Bukit Asam UPO Sawahlunto. Cukup berat rasanya,” ujar Didit saat berbincang dengan wartawan TOPSATU.COM di ruang kerjanya, Jumat (11/9/2026).
Ia mengatakan, anggaran pembangunan kantor permanen sebenarnya telah disiapkan oleh BNN Pusat di Jakarta. Namun, pembangunan belum dapat direalisasikan karena terkendala ketersediaan lahan.
Dengan adanya hibah tanah dari Pemko Sawahlunto, Didit berharap pembangunan kantor BNN dapat segera dimulai.
“Anggaran untuk membangun kantor permanen sejak lama sudah disediakan BNN Pusat di Jakarta. Kendala selama ini adalah tanah. Dengan adanya hibah tanah dari Pemko, Insyaallah tahun 2027 pembangunan kantor BNN tersebut sudah dapat kita mulai,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Menurut Riyanda, hibah tanah untuk pembangunan kantor BNN merupakan salah satu bentuk dukungan Pemko Sawahlunto agar lembaga tersebut dapat menjalankan tugas secara lebih optimal.
Ia menilai, selama ini aktivitas BNN Sawahlunto masih terkendala karena belum memiliki kantor yang representatif.
“Selama ini pergerakan BNN Sawahlunto terkendala belum adanya kantor yang representatif. Karena itu, kita dukung sepenuhnya sehingga ke depan BNN daerah ini mampu mencegah bahaya narkoba yang mengancam generasi muda penerus bangsa,” ujar Riyanda.
Riyanda berharap keberadaan kantor permanen nantinya semakin memperkuat sinergi BNN dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam melakukan pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Kita ingin anak-anak Sawahlunto terbebas dari narkoba. Untuk itu, BNN daerah terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait lainnya,” pungkasnya. (sbd)













