Warga Padang Antusias Tukar Uang Logam 

DAPAT BERAS – Salah seorang warga dengan gembira berfoto sambil membawa beras, hadiah dari menukar uang logam di KPwBI Sumbar. (Ist)

Padang – Warga Padang menyambut antusias program penukaran uang logam yang digelar Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat (Sumbar), selama empat hari yakni Selasa (13/10), Kamis (15/10), Selasa (27), dan Kamis (29/10), di Kantor KPwBI Sumbar. Antusiasme tersebut terlihat dari banyaknya warga yang mendaftar secara online, untuk menukarkan uang logam yang mereka punya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, mengatakan program ini bertujuan mengajak masyarakat menukarkan uang logam yang menumpuk di rumah, agar dapat kembali dimanfaatkan untuk transaksi.

Baca Juga  Tak Dapat Bansos, Walikota Padang Persilakan Lapor RT

“Hal ini sejalan dengan kebijakan pengelolaan uang Rupiah BI, untuk menjaga ketersediaan uang sesuai kebutuhan masyarakat. Termasuk pecahan kecil untuk pembayaran dan uang pengembalian,” katanya kepada Singgalang, Jumat (16/10).

Ia mengatakan, uang logam yang masih berlaku tetap merupakan alat pembayaran yang sah. Program penukaran ini bukan untuk menghapus uang logam, melainkan membantu melancarkan peredarannya.

Dengan demikian, dugaan uang logam bakal tak digunakan lagi karena sudah minim ada makanan dan minuman dibawah harga 500, hanyalah kabar hoax yang tidak perlu dipercaya. Jadi selagi masih ada waktu, baiknya uang logam yang menumpuk segera ditukarkan ke BI Sumbar.

Baca Juga  Insanul Kamil Terpilih sebagai Ketua Umum BKM-PII Pusat

Bagi yang berminat silahkan datang setelah terlebih dahulu mendaftar secara online. Nomor antrian bisa didapat, setelah sukses mendaftar.

“Ada hadiah paket sembako dan souvenir menarik yang bisa dibawa pulang, jika uang logam yang ditukarkan mencapai 500 keping,” ungkapnya.

Untuk saat ini, uang logam terbanyak yang ditukarkan dari nominal Rp100 dan 200. Dua pecahan ini, kadang ada pedagang yang tak menerimanya, tanpa alasan yang jelas.

Nominal terendah yang masih di terima banyak pedagang adalah Rp500 dan Rp1.000. Dengan adanya program ini, warga bisa bernapas lega, karena uang logam Rp100-200 akhirnya bisa ditukarkan sehingga kembali memberi manfaat. (Hendri)