Roni Aprianto/ Wartawan Madya
Matahari tenggelam di upuk barat, disergap turunnya malam. Ratusan kendaraan hilir mudik menyapu debu jalanan di Jalan Lintas Sumatera depan kantor Bupati Dharmasraya. Para pedangang kali lima menata jualan dibawah kilauan cahaya lampu penerangan jalan. Di lantai dua kantor Bupati Dharmasraya, pintu ruangan kerja Bupati Annisa Suci Ramadhani, masih terbuka.
Sejumlah kendaraan dinas plat merah berjejer dipelataran parkir. Berapa orang ANS pun tampak mondar mandir. Jarum jam terus bergulir serupa roda pedati, pelan tapi.
Sekira pukul 19.30 WIB, tampak pula puluhan puluhan orang jurnalis memasuki gedung begonjong itu, dalam rangka menghadiri undangan silaturahmi bersama Bupati Annisa.
Sekira pukul 20.00 Wib, acara dimulai. Bincang- bincang wartawan bersama Bupati Annisa berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Tiga jam.
Tiga jam waktu yang cukup panjang untuk membicarakan banyak hal, tetapi terasa singkat ketika yang dibahas adalah kebutuhan masyarakat.
Tidak ada suasana tergesa-gesa malam itu. Perbicangan mengalir penuh suasana keakraban, cair. Diwarnai gelak tawa. Satu persoalan dibicarakan, kemudian berlanjut kepada persoalan lain. Pembicaraan bergerak ke program kesehatan, pendidikan, infrastruktur, UMKM dan berbagai hal lain yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.
Tiga jam bersama Bupati Annisa Suci Ramadhani pada akhirnya bukan sekadar percakapan tentang pemerintahan.
Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk melihat bagaimana berbagai persoalan masyarakat dibicarakan dari sudut pandang seorang kepala daerah. Pembicaraan tentang pembangunan bermuara pada satu hal, yakni kebutuhan masyarakat.
Apa yang dibutuhkan warga dalam kehidupan? Pertanyaan itu menjadi bagian penting dalam percakapan malam tersebut. Kebutuhan dasar masyarakat tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab pemerintah daerah.
Pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, akses jalan, serta infrastruktur UMKM dan lainnya merupakan bagian dari kehidupan yang langsung dirasakan masyarakat.
Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari bangunan fisik yang berdiri atau angka-angka dalam laporan pemerintahan. Ada manusia yang menjadi tujuan akhirnya. Ada keluarga yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Ada anak-anak yang membutuhkan pendidikan yang layak. Ada masyarakat yang membutuhkan akses infrastruktur agar aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari berjalan lebih mudah.
Di titik inilah pembicaraan dengan Bupati Annisa terasa dekat dengan persoalan sehari-hari masyarakat. Program Kesehatan menjadi salah satu substabsi yang mendapat perhatian dalam percakapan. Bagi masyarakat, pelayanan kesehatan bukan sekadar persoalan fasilitas dan tenaga medis. Ia menyangkut kemudahan mendapatkan pelayanan ketika dibutuhkan, terutama bagi warga yang berada jauh dari pusat pemerintahan maupun fasilitas kesehatan.
“Kita akan melakukan perbaikan gedung gedung Puskesmas Pembantu ( Pustu) yang tersebar di seluruh wilayah Dharmasraya, dengan harapan semua warga yang butuh pelayanan kesehatan terlayani dengan baik,” ucap bupati dalam pertemuan, Selasa (6/10/2026) malam.
Begitu pula dengan pendidikan. Pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas dan proses belajar mengajar. Di dalamnya terdapat masa depan generasi muda Dharmasraya. Ketika berbicara mengenai pendidikan, pembicaraan pada akhirnya sampai pada bagaimana memastikan anak-anak mendapatkan kesempatan yang baik untuk tumbuh dan berkembang.
Dua sektor ini, kesehatan dan pendidikan, memiliki satu kesamaan. Hasilnya tidak selalu dapat dilihat dalam waktu singkat.Tetapi dampaknya menentukan kualitas kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.
“Program pendidikan terus berjalan dengan tujuan semua masyarakat mendapatkan pendidikan yang sama, kaya atupun miskin. Sekolah Rakyat (SR) pun sudah dioperasikan, revitalisasi gedung sekolah terus berlanjut,” ujar Bupati Annisa.
Percakapan juga menyinggung pada persoalan infrastruktur. Jalan, jembatan, fasilitas publik dan berbagai sarana penunjang lainnya, yang mungkin terlihat sebagai bagian yang biasa dalam pembangunan daerah. Namun bagi masyarakat, infrastruktur menentukan banyak hal.
Ia menentukan seberapa mudah seseorang bepergian. Menentukan seberapa cepat hasil pertanian dan usaha masyarakat dapat dibawa ke pasar. Menentukan seberapa mudah anak pergi ke sekolah dan warga mendapatkan pelayanan.
Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur bukan semata-mata pekerjaan membangun fisik. Ada aktivitas masyarakat yang bergantung di dalamnya. Dharmasraya sebagai daerah yang terus berkembang tentu menghadapi kebutuhan pembangunan yang juga terus bergerak. Apa yang dianggap cukup hari ini, belum tentu mencukupi beberapa tahun ke depan. Di situlah tantangan pemerintah daerah.
Ditengah badai efisiensi, Bupati Annisa berhasil dan terus berupaya meningkatkan infrastruktur jalan, baik dari ABPD, Provinsi maupun pusat.
Tiga jam berlalu, jarum jam menunjukkan pukul 23.00 WIB ketika pertemuan berakhir. Tiga jam sejak percakapan dimulai pukul 20.00 WIB. Yang menarik bukan semata-mata lamanya waktu. Melainkan banyaknya persoalan yang dapat dibicarakan dalam rentang waktu tersebut. Dari kebutuhan dasar masyarakat, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur, semuanya memiliki benang merah yang sama. Membuktikan bagaimana pemerintah hadir dalam kehidupan masyarakat.
Menjadi bupati menerima tanggung jawab untuk mengurus banyak kepentingan yang berbeda. Ada persoalan yang bisa diselesaikan dengan cepat. Ada pula yang membutuhkan waktu, anggaran, koordinasi, dan kebijakan yang tidak sederhana.
Pekerjaan kepala daerah sesungguhnya tidak berhenti ketika jam kantor berakhir. Malam itu menjadi salah satu gambaran kecil tentang hal tersebut. Ketika sebagian orang mungkin telah beristirahat, di lantai dua Kantor Bupati Dharmasraya, percakapan mengenai daerah dan masyarakat masih berlangsung.
Setelah percakapan berakhir, ketika para jurnalis beranjak meninggalkan lantai dua kantor bupati, malam semakin larut. Tiga jam bersama Bupati Annisa Suci Ramadhani menyisakan satu kesan penting. persoalan daerah begitu luas untuk dibicarakan dalam satu pertemuan. Kesehatan masih membutuhkan perhatian. Pendidikan terus membutuhkan penguatan. Infrastruktur terus membutuhkan pembangunan. Dan kebutuhan dasar masyarakat akan selalu menjadi pekerjaan yang tidak pernah benar-benar selesai. Sebab masyarakat terus berubah, kebutuhan terus berkembang, dan pemerintah dituntut untuk terus menyesuaikan diri.
Bagi Bupati Annisa, pekerjaan dan percakapan tentang masa depan Dharmasraya tidak pernah selesai. Kendati cerita di malam itu dibatasi waktu, namun pembangunan Dharmasraya akan terus berjalan. ( ***)












