PADANG — Universitas Negeri Padang (UNP) menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp30 juta bagi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dikirim langsung melalui mitra perguruan tinggi di daerah terdampak, Universitas Nusa Cendana (Undana) NTT, Selasa (8/9/2026).
Aksi sosial yang mengusung tema “UNP Peduli Gempa NTT: Dari Ranah Minang untuk Nusa Tenggara Timur” tersebut digalang sejak pertengahan Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi seluruh civitas akademika UNP untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Donasi dihimpun melalui rekening resmi perbankan dan layanan QRIS. Seluruh dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui Universitas Nusa Cendana sebagai mitra perguruan tinggi di lokasi terdampak, sehingga bantuan diharapkan dapat didistribusikan secara efektif dan tepat sasaran kepada para korban bencana.
Berdasarkan laporan rekapitulasi, total donasi yang dihimpun dari masyarakat dan warga kampus mencapai Rp28.226.536 dari 125 transaksi donatur. Sebagai bentuk kebersamaan sekaligus untuk memaksimalkan bantuan, pimpinan Universitas Negeri Padang menggenapkan jumlah donasi tersebut menjadi Rp30 juta.
Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas solidaritas seluruh civitas akademika serta para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak gempa di NTT.
“Alhamdulillah, berkat rasa peduli bapak dan ibu pada korban bencana gempa bumi di NTT yang menyumbangkan sebagian rezeki, dana yang terkumpul telah UNP genapkan menjadi Rp30 juta. Donasi ini sudah kita kirimkan kemarin (Selasa) kepada kolega kita, Universitas Nusa Cendana NTT,” ujar Rektor melalui keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Rabu (9/9/2026).
Ia berharap bantuan yang diberikan UNP dapat membawa keberkahan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang terdampak musibah.
“Semoga budi baik bapak dan ibu semuanya dapat meringankan beban duka saudara-saudara kita di NTT dan mendapatkan pahala dari Allah SWT,” tambahnya.
Kegiatan kemanusiaan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan dan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa sekaligus membantu proses pemulihan pascabencana. (Yen)













