UNP  

FEB UNP Gelar PICEEBA ke-15, Bahas Peran Strategis AI untuk Pembangunan Berkelanjutan

PADANG  – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang (FEB UNP) sukses menyelenggarakan The 15th Padang International Conference on Economics, Education, Business and Accounting (PICEEBA) 2026 secara hybrid, Sabtu (31/10/2026). Konferensi internasional ini mengangkat isu strategis transformasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Rektor UNP yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Akademik dan Alumni, Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt. Pada kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana PICEEBA 2026, Dr. Alpon Satrianto, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Turut hadir Dekan FEB UNP, Prof. Perengki Susanto, SE, M.Sc., Ph.D.

PICEEBA ke-15 menghadirkan empat keynote speaker internasional yang membahas pemanfaatan AI dari perspektif pembangunan berkelanjutan, teori manajemen, pendidikan tinggi, hingga transformasi bisnis.

Salah satu keistimewaan konferensi tahun ini adalah kehadiran Dr. Mohamad Rohieszan bin Ramdan dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, sebagai moderator. UPSI merupakan universitas pendidikan tertua di Malaysia yang berdiri sejak 1922.

Kolaborasi UNP dan UPSI tersebut semakin memperkuat dimensi internasional konferensi sekaligus menjadi simbol kemitraan pendidikan serumpun.

Empat Keynote Speaker Bahas Transformasi Berbasis AI

Keynote speaker pertama, Dr. Bilal Khalid dari King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand, membawakan materi bertajuk “Accelerating SDGs through AI: Evidence, Trust, and Scale”.

Dalam paparannya, ia menyoroti bahwa pada 2026 baru 48 persen target Sustainable Development Goals (SDGs) yang berada pada jalur pencapaian sesuai target. Pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, terjadi pergeseran pendekatan dari sekadar penyampaian konten menuju penguatan kemandirian dan peran aktif peserta didik (learner agency). Ia juga menekankan pentingnya penerapan Dual Scorecard serta posisi Indonesia dalam jejaring regional yang strategis.

Selanjutnya, Prof. Nor Liza Abdullah dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) membahas “Rethinking Management Theory in the Age of AI”. Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI mengguncang asumsi dasar teori manajemen, terutama karena peran pengambilan keputusan kini semakin terdistribusi antara manusia dan algoritma.

Ia juga mengingatkan bahwa efisiensi yang ditawarkan AI berpotensi mengurangi proses pembelajaran dan otonomi manusia. Fenomena cognitive offloading, yakni kecenderungan menyerahkan proses berpikir kepada teknologi, menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai.

Keynote speaker ketiga, Prof. Dr. Zeynep Hale Öner dari Piri Reis University, Turki, mengangkat topik “AI Usage in Higher Education”. Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan platform PRU Prep AI yang dikembangkan berdasarkan enam dimensi kerangka kerja.

Ia menegaskan bahwa AI harus ditempatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, sementara pencapaian kemampuan berbahasa Inggris tetap menjadi tujuan utama.

Sementara itu, Assoc. Prof. Vidyarini Dwita, Ph.D. dari UNP membahas “AI-Driven Business Transformation”. Berbasis kajian terhadap 48 studi yang terindeks Scopus, ia menawarkan kerangka transformasi bisnis melalui pendekatan SENSE – SEIZE – RECONFIGURE.

Ia juga memaparkan lima tahapan implementasi AI, yakni DEFINE – ASSESS – PILOT – MEASURE – ADAPT & SCALE. Menurutnya, tata kelola harus menjadi bagian integral dari inovasi agar transformasi berbasis AI dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Perkuat Kolaborasi Internasional dan Pencapaian SDGs

Dipandu moderator dari UPSI, diskusi dalam PICEEBA 2026 berlangsung dinamis dan interaktif. Berbagai perspektif yang disampaikan para keynote speaker memperkaya pembahasan mengenai peluang, tantangan, serta strategi pemanfaatan AI di bidang pendidikan, manajemen, dan bisnis.

Ketua Pelaksana PICEEBA 2026, Dr. Alpon Satrianto, menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi wadah untuk memastikan pemanfaatan teknologi diarahkan pada penciptaan dampak bisnis, lingkungan, dan sosial yang terukur.

Penyelenggaraan PICEEBA 2026 juga mendukung pencapaian sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui transformasi bisnis; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan kecerdasan buatan; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi akademik internasional antara UNP dan berbagai perguruan tinggi mitra.

Melalui PICEEBA ke-15, FEB UNP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi akademik internasional dan mendorong pemanfaatan AI secara strategis, bertanggung jawab, serta berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. (Yen)