Oleh Charlie Ch. Legi
LELAKI yang baru saja pensiun itu menjejakkan kakinya di Kantor PT TASPEN (Persero) Cabang Padang, di Jalan Sudirman, Kota Padang. Langkahnya tak setegap dulu. Rasa penasaran dan kebingungan terekam jelas di wajahnya.
Mairizon (60 tahun) merupakan mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat tinggi di Pemerintah Kota Padang. Sepagi itu dirinya harus mendatangi Kantor TASPEN. Sebab dirinya gagal melakukan autentikasi wajah pada aplikasi “Andal by TASPEN” di ponselnya. Jika tak berhasil, Mairizon terancam tidak menerima uang pensiun pada bulan depan.
Beruntung petugas TASPEN cepat tanggap. Begitu melihat Mairizon, petugas segera menghampiri. Mairizon menceritakan kendala yang tengah dihadapinya.
Mairizon duduk di kursi sofa sambil dilayani oleh petugas TASPEN. Tak perlu waktu lama, segala urusan selesai. Wajah lelaki kelahiran 5 Mei 1966 itu nampak senang.
“Alhamdulillah selesai, sebentar saja, karena pensiunan banyak yang sudah pelupa, kita dituntun dengan baik,” aku Mairizon yang sebelumnya merupakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang itu.
Mairizon adalah salah satu ASN yang memasuki purna tugas pada tahun 2026 ini. Puluhan tahun mengabdi sebagai abdi negara, kini Mairizon merasakan bagaimana memasuki usia pensiun. Baginya, bekerja sebagai ASN adalah anugerah terbesar dalam kehidupannya.
Hingga detik ini, bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi dambaan siapa saja. Termasuk calon mertua. Kalau anaknya dipinang dan ditanya apa pekerjaannya, calon mertua akan dengan bangga menjawab, “Dia ASN”. Membuat yang lain iri, pastinya.
ASN menjadi dambaan bukan karena gajinya mentereng, tetapi karena kepastian bertahan hidup hingga kelak nanti. Tak heran ketika kran penerimaan ASN dibuka, jutaan pelamar mencoba peruntungan. Formasi yang dibuka hampir selalu terisi penuh. Tak peduli di mana penempatan bertugas—meski sampai ke daerah terpencil sekalipun, terpenting bisa menjadi abdi negara.
Jumlah ASN di Indonesia saat ini mencapai lima juta orang lebih. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat, hingga tahun 2025 lalu, jumlah ASN se-Indonesia sebanyak 5,22 juta orang. Menariknya, saat seleksi CPNS 2024 lalu, tercatat hampir 4 juta lebih pelamar mendaftarkan diri. Angka yang menunjukkan tingginya minat masyarakat menjadi abdi negara.
Ditanya soal gaji, ASN sudah ada pakemnya. Gaji pokok ASN masih mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019. Di mana gaji tertinggi yakni di kisaran Rp5.901.200,-. Angka itu bagi ASN yang sudah lama bekerja dengan golongan IV/E. Sementara gaji terendah ASN yakni Rp1.560.800,- bagi golongan I/A.
Meski gajinya pas-pasan, profesi ASN begitu didamba karena memiliki potensi kecil untuk diberhentikan, serta menawarkan berbagai tunjangan. Bahkan ketika di usia tidak produktif nanti mendapatkan uang pensiun, termasuk bagi keluarga yang ditinggalkan, jika ASN tersebut meninggal dunia.
Namun begitu, secara perlahan tapi pasti, kecenderungan untuk bekerja sebagai ASN mulai mengalami penurunan. Terutama di sekitar tahun 2025 hingga 2026 ini. Apa pasal?
BKN mencatat, sebanyak 2.722 ASN mengajukan pengunduran diri pada semester I 2026. Mayoritas yang mundur sebagai ASN merupakan pegawai muda dengan masa kerja di bawah lima tahun.
Fenomena tersebut menjadi menarik untuk disimak saat ini. Rata-rata usia ASN yang mundur dari pekerjaan yakni 31-40 tahun. Mereka yang benar-benar keluar dari ASN sebanyak 384 orang dan tidak menerima hak pensiun. Rinciannya, 233 PNS, sedangkan 151 CPNS. Selebihnya memilih beralih status kepegawaian seperti dari PPPK paruh waktu ke PPPK penuh.
Mundurnya ASN tersebut dengan alasan beragam. Mulai dari masalah keluarga karena penempatan tugas yang jauh dari pasangan maupun orang tua, sampai ke masalah ketidakcocokan penghasilan. Kemudian karena keterbatasan pengembangan karier, serta ruang penyampaian gagasan yang kurang akomodatif.
Gaji ASN memang relatif kecil. Namun di balik semua itu, sebenarnya ada “keberlimpahan rejeki” bagi ASN. Ketika ASN mampu bekerja baik dan loyal, potensi mendapatkan jabatan lebih tinggi akan dengan mudah diperoleh. Apabila sudah mendapatkan jabatan, otomatis penghasilan akan bertambah.
Selain itu, ASN juga mendapatkan tunjangan kinerja. Nilai tunjangan berbeda di tiap daerah. Tergantung kekuatan APBD masing-masing daerah. Tunjangan kinerja itu didapat setiap bulan sebagai tambahan penghasilan.
Selain tunjangan, ASN juga mendapatkan biaya perjalanan dinas setiap melakukan kunjungan kerja ke daerah lain. ASN pun berhak untuk menunjang kompetensi dengan mengikuti bimbingan teknis maupun pelatihan. Agar bekerja maksimal, ASN pun dibekali peralatan kantor maupun kendaraan dinas, serta fasilitas lain.
Paling menarik, ketika diterima menjadi abdi negara, seorang ASN langsung terdaftar sebagai anggota TASPEN. Sejak awal, TASPEN telah menyiapkan perencanaan masa pensiun bagi seluruh ASN. Tujuannya tak lain agar tak gamang ketika memasuki masa purna tugas nanti.
Kehadiran TASPEN bagi ASN menjawab keresahan ketika sudah tidak lagi bekerja nanti. Banyak program yang ditawarkan TASPEN. Program itu yakni Tabungan Hari Tua (THT) yang merupakan program asuransi dwiguna yang dikaitkan dengan usia pensiun dan asuransi kematian. Selain itu juga ada program pensiun. Di mana seorang pensiun mendapatkan penghasilan bulanan yang diberikan sebagai jaminan hari tua dan penghargaan atas jasa pengabdian kepada negara. Penghasilan itu termasuk pensiun ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR).
Program lain dari TASPEN yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Program ini merupakan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, berupa biaya perawatan, santunan, dan tunjangan cacat. Serta program Jaminan Kematian (JKM) yang merupakan santunan kematian bagi keluarga jika peserta TASPEN meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja.
Menariknya, meski TASPEN lebih banyak mengurus para pensiunan yang notabene lanjut usia, akan tetapi TASPEN juga memiliki program berbasis digital yang mudah digunakan oleh siapa saja, termasuk para pensiunan. Seperti aplikasi ‘superapps’, “Andal by TASPEN”. Aplikasi mobile utama ini dibangun untuk berbagai layanan mandiri.
Terdapat berbagai fitur andalan di aplikasi “Andal by TASPEN”. Seperti autentikasi digital yang dapat memudahkan para pensiunan melakukan verifikasi bulanan dengan swafoto (selfie) biometrik tanpa harus mendatangi kantor cabang TASPEN. Kemudian di aplikasi ini terdapat fitur Kartu Digital Kepesertaan yang memungkinkan peserta mengecek dan mengunduh kartu digital TASPEN secara langsung dari aplikasi. Kemudian terdapat fitur Lacak Pengajuan Online yang dapat memantau status proses klaim atau layanan non-klaim secara realtime.
Firur lain yang dapat dinikmati oleh anggota TASPEN yakni Estimasi Manfaat THT dan Pensiun. Melalui fitur ini dapat menghitung proyeksi tabungan hari tua dan dana pensiun. Sementara fitur Dokumen Mandiri dan E-SPTB merupakan pengelolaan pembaruan data dan dokumen pendukung secara mandiri, serta SIMGAJI TASPEN yang merupakan informasi pengelolaan dan perhitunan gaji ASN dan non-ASN secara nasional dan terintegrasi.
Selain aplikasi “Andal by TASPEN”, juga terdapat aplikasi digital lain, yakni T-Care (Taspen Care) yang merupakan pusat layanan pengaduan dan bantuan interaktif. TASPEN juga menghadirkan TASPEN One Hour Service (TOS TASPEN) yang merupakan layanan pengajuan klaim dan administrasi secara daring. Serta layanan Whatsapp Business TASPEN sebagai kanal komunikasi pesan instan resmi. Semua itu dapat memudahkan setiap anggota TASPEN dalam berurusan.
Mairizon salah satunya. Kemudahan dan layanan prima telah dirasakannya beberapa pekan sebelum dirinya memasuki purna tugas. Mairizon menceritakan bahwa ketika itu, seorang bawahannya mengabari bahwa dirinya akan didatangi oleh Kepala TASPEN Kantor Cabang Padang. Mairizon pun enggan dan sempat menolak.
Esoknya, Mairizon benar-benar didatangi oleh Kepala Cabang TASPEN. Kaget dan sungkan, Mairizon menerima kunjungan tersebut di ruang kerjanya. Dalam pertemuan itu, Mairizon mendapatkan banyak informasi tentang TASPEN dan segala urusan dimudahkan.
“Empat hari setelah kunjungan itu, segala urusan administrasi pensiun selesai, saya merasakan pelayanan jemput bola yang cukup prima dari TASPEN,” ungkap Mairizon.
Mairizon sangat merasakan bahwa kehadiran TASPEN tidak saja sebatas urusan pensiun dan selesai begitu saja. Akan tetapi TASPEN telah menumbuhkan rasa dihargai setelah dirinya 31 tahun enam bulan mengabdi untuk negara.
“Ketika saya datang meminta bantuan, petugas pelayanan sangat ramah membantu, kantornya juga nyaman,” ungkap Mairizon.
Erwin segenderang sepenarian dengan Mairizon. Pensiunan Pemko Padang yang terakhir bertugas sebagai Kepala Bagian di Sekretariat Daerah itu merasakan pelayanan prima dari TASPEN. Sebelum memasuki purna tugas, Erwin mendapat pembekalan dan sosialisasi yang diadakan TASPEN.
“Cukup banyak informasi yang diberikan, ini tentunya menambah pengetahuan kita soal jaminan dan kejelasan di masa tua,” jelas Erwin yang pensiun terhitung bulan Agustus 2026 lalu.
Layanan prima yang diberikan TASPEN kepada peserta atau pelanggannya bukan isapan jempol belaka. Lembaga keuangan yang mengelola dana pensiunan ini selalu menggelar survey kepuasan kepada pelanggan. Survei itu disebut Customer Satisfaction Index (CSI) yang dilakukan setiap tahunnya.
Survei CSI merupakan metode yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk atau layanan yang diberikan oleh TASPEN. CSI memberikan gambaran sejauh apa produk, pelayanan, dan pengalaman pelanggan dapat memenuhi harapan para pelanggan. Agar kepuasan pelanggan tergambar dengan baik, TASPEN menyebarkan kuesioner kepada seluruh pelanggan.
Berdasarkan data yang dirilis TASPEN, pada kurun lima tahun belakangan terjadi peningkatan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Tahun 2020, perolehan CSI TASPEN dengan nilai 96,03%. Kemudian pada tahun 2021 meningkat menjadi 97,36%. Di tahun 2022, nilai CSI TASPEN berada di angka 97,60%. Lalu di tahun 2023 melonjak menjadi 98,31%. Kemudian di tahun 2024, nilai CSI naik ke angka 98,47%, dan di tahun 2025 menjadi 98,7%.
Angka kepuasan yang meningkat dari waktu ke waktu membuktikan bahwa TASPEN telah mampu melayani pelanggannya dengan baik. Apalagi dari kurun waktu tahun 2020 hingga 2022 merupakan era di mana virus COVID-19 sedang merajalela dan masyarakat lebih banyak berada di rumah. Ketika itu, pelanggan TASPEN yang notabene merupakan pensiunan lebih banyak menggunakan aplikasi layanan TASPEN agar dapat terus terhubung dan mendapatkan informasi serta haknya setiap bulan.
Cerita Mairizon dan Erwin merupakan penggalan kisah para pensiunan yang merasakan pelayanan prima yang diberikan TASPEN kepada peserta. Masa kerja yang telah dilalui sekian puluh tahun, serta kegamangan menghadapi masa tua, akhirnya terjawab sudah setelah TASPEN memberikan jaminan berarti. Kini, Mairizon, Erwin dan para pensiunan lainnya akan lebih tenang menatap masa tua. Kebutuhan hidup tetap terpenuhi, hidup lebih mandiri dan bermartabat. Terbukti bahwa TASPEN telah menjamin kehidupan ASN sejak mulai mengabdi hingga meraih ‘happy end’ (akhir yang bahagia) ketika pensiun. (***)











