Lagi, IJP Gandeng TP PKK Bedah Rumah Warga di Padang Pariaman

PARIK MALINTANG – Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya sebuah tempat untuk pulang. Namun bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan, rumah yang layak adalah tentang rasa aman, kenyamanan dan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Harapan itulah yang kembali dihadirkan Indo Jalito Peduli (IJP) bagi warga Kabupaten Padang Pariaman melalui program bedah rumah. Bersama TP-PKK Kabupaten, IJP menyerahkan bantuan rehabilitasi untuk dua rumah warga yang dinilai tidak layak huni, Selasa (8/9).

Dua keluarga yang menjadi penerima bantuan kali ini adalah Desi Novita, warga Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, serta Imas Karti, warga Nagari Sungai Buluah Timur, Kecamatan Batang Anai.

Rombongan IJP yang dipimpin Ibu Vina hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, sejumlah kepala OPD serta jajaran pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari.

Dari Kepedulian Menjadi Rumah yang Layak

Untuk keluarga Desi Novita, IJP menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta. Bantuan tersebut diperkuat dengan dukungan Pemerintah Nagari Lubuk Alung sebesar Rp10 juta, sehingga total dana yang tersedia untuk rehabilitasi rumah mencapai Rp35 juta.

Sementara itu, perjuangan untuk menghadirkan rumah yang lebih layak bagi keluarga Imas Karti mendapat dukungan yang lebih luas.

Total bantuan yang terkumpul mencapai Rp43 juta, berasal dari berbagai pihak. IJP memberikan Rp25 juta, anggota IJP Rp1 juta, perkumpulan ibu-ibu di Malaysia Rp1,1 juta, Kasi Trantib Kecamatan Batang Anai Rp900 ribu, bantuan pribadi Ibu Vina Rp5 juta, serta dukungan Pemerintah Nagari Lubuk Alung sebesar Rp10 juta.

Bantuan tersebut benar-benar sangat berarti bagi keluarga Imas. Selama ini, Imas bersama suami dan tiga anaknya tinggal di sebuah pondok kayu sederhana di tengah areal pertanian jagung. Kondisi kehidupan keluarga tersebut semakin mengundang perhatian karena salah seorang anggota keluarganya merupakan penyandang disabilitas.

Di tempat yang sederhana itu, mereka bertahan dan menjalani hari-hari dengan segala keterbatasan.

Kini, bantuan yang datang bukan sekadar angka dalam sebuah laporan kegiatan. Bantuan tersebut membawa harapan agar keluarga Imas dapat segera menempati rumah yang lebih aman dan manusiawi.

Memilih Bedah Rumah karena Menyentuh Kebutuhan Dasar

Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, mengatakan program bedah rumah dipilih karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus sejalan dengan gerakan PKK Peduli.

“Dari sekian bakti sosial yang dilakukan IJP Peduli, saya memilih bedah rumah karena ini sejalan dengan PKK Peduli,” ujar Nita.

Menurutnya, bantuan tidak diberikan secara sembarangan. Setiap calon penerima terlebih dahulu melalui proses verifikasi untuk memastikan kondisi rumah serta kejelasan status tanah.

Langkah tersebut dilakukan agar program benar-benar tepat sasaran dan diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.

Program bedah rumah IJP bersama TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman ini pun terus berkembang. Hingga saat ini, sudah empat rumah warga yang dijangkau. Dua rumah sebelumnya telah selesai dibangun, sementara dua rumah yang dikunjungi kali ini baru menerima dukungan dana untuk proses rehabilitasi.

Perantau yang Tak Lupa Kampung Halaman

Kepedulian tersebut juga menjadi bukti bahwa jarak tidak selalu membuat seseorang jauh dari kampung halaman.

Perwakilan Indo Jalito Peduli, Emma Yohana, mengatakan kegiatan sosial yang dilakukan IJP merupakan bentuk kepedulian para perempuan perantau terhadap masyarakat di kampung halaman.

Meski berada jauh di perantauan dan memiliki kesibukan masing-masing, para anggota IJP tetap berusaha menyisihkan waktu, tenaga, dan rezeki untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Bahkan, kegiatan bakti sosial dijadwalkan sekitar tiga kali dalam setahun.“Ada saudara-saudara kita, ada masyarakat kita yang menunggu uluran tangan dari kita,” kata Emma.

Bagi Emma, kegiatan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar menyerahkan bantuan.

Setiap kunjungan menjadi kesempatan bagi para perantau untuk kembali menyapa kampung halaman, melihat langsung kondisi masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan di rantau akan terasa lebih bermakna ketika sebagian manfaatnya dapat kembali dirasakan oleh masyarakat di kampung sendiri.

Ketika Gotong Royong Mengubah Kehidupan

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan apresiasi kepada Indo Jalito Peduli dan seluruh pihak yang telah ikut mengambil bagian dalam program tersebut.

Kolaborasi antara organisasi perantau, TP-PKK, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta masyarakat menjadi contoh bahwa persoalan sosial dapat dihadapi bersama. (drm)