Kemenag Dukung Penyusunan Blueprint Pendidikan Kota Solok, Integrasikan Sekolah Umum dan Keagamaan

 

SOLOK – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok menyatakan komitmennya mendukung penyusunan dan sinkronisasi blueprint atau cetak biru pendidikan Kota Solok. Langkah ini dinilai strategis untuk membangun sistem pendidikan yang terpadu, terarah, dan berkelanjutan, termasuk dengan mengintegrasikan pendidikan umum dan keagamaan.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, Amril, dalam Rapat Kolaborasi Program Strategis Penyusunan Blueprint Pendidikan Kota Solok di Ruang Asisten II Sekretariat Daerah Kota Solok, Selasa (4/8).

Rapat dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Solok, Zulkarnaini, serta dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Nurzal Gustim, Sekretaris Dinas Pendidikan Desrifahmi, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Rini Marlina, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Alwa Dudi, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Solok Muhibut Tibri, Kasi Pendidikan Pondok Pesantren Fauzi, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Solok, Desrifahmi, memaparkan rancangan arsitektur pendidikan jangka panjang yang akan menjadi pedoman pembangunan sektor pendidikan di daerah itu.

Ia menjelaskan, penyusunan blueprint bertujuan menyelaraskan seluruh komponen pendidikan agar bergerak dalam satu arah dan memiliki visi pembangunan yang sama. Melalui dokumen tersebut, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat berkolaborasi mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, Amril, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Solok dalam menyusun cetak biru pendidikan yang mengakomodasi seluruh unsur pendidikan, termasuk madrasah dan pondok pesantren.

“Blueprint ini menjadi pijakan penting bagi masa depan pendidikan di Kota Solok. Selama ini satuan pendidikan umum dan keagamaan memiliki potensi besar yang akan semakin optimal apabila bergerak dalam satu arah dan irama yang sama,” ujar Amril.

Menurutnya, madrasah dan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Selain meningkatkan kompetensi akademik, kedua lembaga pendidikan tersebut turut berperan dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak generasi muda.

Karena itu, Amril menilai pendidikan keagamaan perlu terintegrasi dalam kebijakan pembangunan pendidikan daerah agar kontribusinya dapat berjalan selaras dengan pengembangan pendidikan umum.

Ia juga berharap penyusunan blueprint tersebut mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor tanpa sekat antarlembaga. Dengan demikian, berbagai program peningkatan mutu pendidikan, penguatan pendidikan karakter, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kompetensi guru dapat dilaksanakan secara terarah dan berkesinambungan di sekolah umum, madrasah, maupun pondok pesantren.

Amril optimistis, sinergi antara Pemerintah Kota Solok dan Kemenag akan menghasilkan kebijakan serta regulasi pendidikan yang lebih terarah dan terintegrasi.

Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi pendidik dan peserta didik, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan Kota Solok secara menyeluruh dalam jangka panjang (y)