Walikota Solok Tegaskan Pentingnya Perencanaan, TPP ASN 2027 tak Dipotong

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra memimpin apel gabungan yang dilanjutkan dengan gotong royong pascapelaksanaan RSBG 2026. (Prokomp)

SOLOK KOTA – Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap program dan kegiatan pemerintah daerah. Ia mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak memaksakan pelaksanaan kegiatan apabila persiapannya belum optimal.

Penegasan itu disampaikan Ramadhani saat memimpin apel gabungan yang diikuti kepala OPD dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Solok, Rabu (14/10/2026), sebelum dilanjutkan dengan gotong royong membersihkan kawasan Lapangan Merdeka pascapelaksanaan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026.

Menurut Ramadhani, perencanaan bukan sekadar tahapan administratif, melainkan fondasi utama yang menentukan keberhasilan suatu kegiatan. Program pemerintah harus disusun secara cermat agar pelaksanaannya menghasilkan capaian yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Makan Bajamba dan Doa Bersama Warnai HUT RI di Nan Balimo

Ia mengingatkan, kegiatan yang tidak didukung persiapan matang berpotensi tidak berjalan maksimal dan menyulitkan pertanggungjawaban.

“Setiap kegiatan harus direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara bertanggung jawab, serta memberikan hasil yang jelas bagi masyarakat,” demikian penekanan Wali Kota kepada jajaran pemerintah daerah.

TPP 2027

Dalam kesempatan itu, Ramadhani juga menyampaikan kabar baik bagi ASN Pemko Solok. Ia memastikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pada tahun anggaran 2027 tidak dikurangi.

Kepastian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi ASN untuk meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan kualitas pelayanan publik. Ia berharap dukungan kesejahteraan tersebut sejalan dengan peningkatan kinerja serta tanggung jawab aparatur dalam menjalankan tugas.

Baca Juga  Walikota Saksikan Kejuaraan Menembak Kapolres Cup Solok Kota IV 

Sementara itu, usai penutupan RSBG 2026 pada Selasa malam (13/10/2026), Pemko Solok langsung menggelar gotong royong membersihkan Lapangan Merdeka dan kawasan sekitarnya.

Setelah apel gabungan, para kepala OPD bersama ASN turun langsung mengumpulkan sampah, membersihkan sisa kegiatan, serta merapikan lingkungan agar fasilitas publik kembali bersih dan nyaman digunakan masyarakat.

Gotong royong tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kawasan penyelenggaraan pesta budaya kembali tertata setelah seluruh rangkaian acara berakhir.

Melalui kegiatan itu, Pemko Solok menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan sebuah acara tidak hanya diukur dari kemeriahan pelaksanaannya, tetapi juga dari pengelolaan yang bertanggung jawab, termasuk kebersihan dan pemulihan fasilitas publik. (524)