Ikan Larangan di Destinasi Wisata Lubuak Lundur Ditemukan Mati

Terlihat ikan Masher di Destinasi wisata ikan larangan Lubuak Landur mengalami kematian dan belum di ketahui penyebabnya. (Arafat) 
SIMPANG AMPEK–  Sejumlah ikan destinasi wisata ikan larangan Lubuak Landur, Nagari Lubuak Landur , Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) ditemukan mati. Hingga kini, penyebab kematian ikan tersebut belum diketahui secara pasti.
Kematian ikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dikhawatirkan berdampak terhadap kelestarian ikan larangan yang selama ini menjadi daya tarik wisata di kawasan tersebut.
“Banyak ikan ditemukan mati sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat,” kata salah seorang pemuda setempat, Zikra, Minggu (25/10).
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman Barat telah melakukan peninjauan ke lokasi untuk melihat kondisi perairan yang menjadi habitat ikan larangan tersebut. Berdasarkan hasil peninjauan awal, kualitas air sungai diduga mengalami gangguan. Salah satu indikasinya adalah tingkat keasaman atau pH air yang tercatat cukup tinggi.
Meski demikian, tingginya pH air tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama kematian ikan. Diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kondisi kualitas air secara lebih menyeluruh serta memastikan faktor yang menyebabkan kematian ikan.
Masyarakat berharap Pemkab Pasaman Barat bersama dinas terkait segera mengambil langkah untuk menangani persoalan tersebut.
Menurut masyarakat, kawasan ikan larangan Lubuak Landur bukan hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan keagamaan. Di kawasan tersebut terdapat surau tua Buya Lubuak Landur yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Keberadaan ikan larangan selama ini menjadi salah satu daya tarik yang turut mendukung perekonomian masyarakat, aktivitas wisata sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Nagari Lubuak Landur.
Karena itu, upaya pelestarian ikan dan perlindungan lingkungan sungai dinilai perlu mendapat perhatian bersama. Masyarakat berharap pemerintah daerah, dinas terkait, dan seluruh pihak yang berkepentingan dapat segera menelusuri penyebab kematian ikan serta melakukan penanganan yang tepat. (Arafat)