BATUSANGKAR – Jajaran Kankemenag Tanah Datar berkunjung pada Kankememag Pessel untuk menyigi pelaksanaan Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi (ZI-RB) dengan menerapkan Prokes Covid-19.
Rombongan dipimpin Kepala Kankemenag H. Syahrul didampingi Kasubbag TU H. Yusmarli diikuti Kasi/penyelenggara dan ASN Kankemenag, kepala madrasah, KUA, penghulu, penyuluh agama Islam Kecamatan dan pengurus DWP berada di Kankemenag Pesisir Selatan (Pessel), Sabtu (3/7).
Menurut Kankemenag Syahrul, dipilihnya Kanlemenag Pesisir Selatan sebagai tujuan lokasi study tiru ZI-RB, karena Satker Kemenag di Provinsi Sumatera Barat ditetapkan sebagai Pilot proyek ZI-RB menuju Wilayah Bebas Bersih Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBK) 2021.
Dimana, lanjutnya, ada tiga lagi Satker di wilayah Sumbar dijadikan sebagai Pilot Proyek ZI-RB oleh Kemenag RI tahun 2021 itu masing-masing, Kantor Kemenag Padang Panjang, Kantor Kemenag Payakumbuh dan Satker MAN 1 Kota Bukittinggi.
Syahrul melihat pelaksanaan ZI-RB dilakukan Kemenag Pesisir Selatan saat ini dapat diibaratkan sebatang pohon integritas yang ditanam akan bisa dicangkok dan dibawa ke Tanah Datar kemudian pupuk, dipelihara sehingga menghasilkan pohon integritas yang subur.
“Artinya semua program ZI-RB menuju WBK-WBBM akan dilakukan pada Kankemenag Tanah Datar ditargetkan bisa ditunjuk sebagai pilot proyek ZI-RB menuju WBK-WBBM pada tahun mendatang,” timpalnya.
Sementara, Kakankemenag H. Abrar Munanda menyebut kehadiran rombonganTanah Datar merupakan kehormatan dalam menjalin silaturrahmi lebih erat lagi walaupun jarak tempuh antara kabupaten cukup terbilang jauh.
“Untuk persiapan pelaksanaan ZI-RB tersebut dimulai sejak Kankemenag dijabat pimpinan sebelumnya, H. Damri Tanjung, H. Syahrul, Malikia, Plt. Kemenag H. Firdaus, Plt. H. Marjanis,” ungkapñya
Katanya, area perubahan ZI-RB menuju WBK-WBBM dilakukan dalam bentuk managemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan managemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, meningkatkan pelayanan publik dan penegakan disiplin ASN.
Namun, lanjutnya, apa yang dilakukan Kemenag Pesisir Selatan dalam pelaksanaan ZI-RB tersebut tidaklah terlalu melebihi dari apa yang dilakukan di Tanah Datar, sebab semua butuh saling sharing dalam pelaksanaan untuk mewujudkan Kemenag menjadi WBK-WBBM.
Disamping di Kankemenag dan KUA, tambah Kankemenag, prakteknya juga dilakukan pada 30 madrasah negeri, yakni MIN 13 buah, MTsN 13 buah dan MAN 4 buah sementara madrasah swasta 147. (ydi)












