Oleh Muhammad Fakhri, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Andalas.
Lamak Coffee & Shakes, yang berlokasi di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mengusung konsep operasional yang berbeda dari kebanyakan kafe di sekitarnya. Dengan menerapkan sistem operasional 24 jam nonstop, kafe ini menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi mahasiswa yang butuh tempat menyelesaikan tugas hingga pekerja yang mencari ruang produktif di malam hari.
Kombinasi fleksibilitas waktu dan fasilitas penunjang yang memadai membuat para pengunjung leluasa beraktivitas tanpa perlu khawatir dikejar jam tutup.Fleksibilitas waktu dan kenyamanan ini disampaikan langsung oleh salah satu pengunjung,
“Saya pilih membuat tugas di sini karena waktunya fleksibel dan fasilitasnya mendukung. Jadi bisa fokus selesaikan tugas tanpa khawatir diusir karena kafenya mau tutup,” ujar Bang Rasyid.
Di balik kenyamanan pengunjung, kelancaran operasional 24 jam menuntut kedisiplinan serta tata kelola harian yang matang. Untuk menjaga ritme kerja harian, manajemen membagi jadwal staf menjadi dua skema, yakni shift full-time selama 8 jam dan shift part–time selama 5 jam. Dalam setiap shift harian, operasional kafe dijalankan secara konsisten oleh dua hingga tiga orang staf. Khusus untuk penugasan shift malam hingga dini hari, alokasi tugas diprioritaskan kepada staf laki-laki guna menjaga keamanan dan kelancaran kerja di jam-jam rawan.
Kunci utama pelayanan pada jam-jam padat terletak pada fleksibilitas serta inisiatif kerja sama antarstaf di lapangan. Seluruh staf yang bertugas dibekali kemampuan lintas peran multi-tasking, sehingga bisa saling menopang baik sebagai barista, waiters, maupun bagian dapur (kitchen).
“Misalnya pas jam-jam ramai kita bertiga. Kalau lagi sibuk di kitchen, yang lain ikut bantu jadi saling backup. Intinya fleksibel saja, kalau ada yang lagi kosong atau senggang dan ada posisi yang butuh bantuan, ya langsung kita bantuin,” jelas Rahmad, salah satu staf yang bertugas.
Selain kelancaran pelayanan, tantangan terbesar bagi kafe yang beroperasi 24 jam adalah menjaga konsistensi mutu produk serta kebersihan fasilitas. Bang Faiz salah satu barista yang bertugas saat itu, menjelaskan bahwa hal tersebut disiasati melalui pembagian tugas (jobdesk) yang jelas antarstaf di lapangan.
“Untuk konsistensi rasa, kami selalu mengkalibrasi ulang mesin kopi dan memastikan setiap pesanan disajikan sesuai takaran standar. Sementara untuk kebersihan, tugasnya sudah dibagi, ada yang bertanggung jawab membersihkan lantai satu, area ber-AC, sampai ke lantai dua yang difungsikan sebagai smoking room,” Bang Faiz saat ditemui di lokasi, Rabu (30/09/2026).
Di samping kebersihan dan kualitas produk, kepekaan terhadap persediaan bahan baku juga menjadi bagian dari tanggung jawab staf per shift. Tanpa mengandalkan jadwal kaku, staf yang bertugas wajib memantau kondisi fisik stok dan langsung melapor ke atasan begitu persediaan mulai menipis agar proses re-stock segera dilakukan.
Kelancaran operasional di kafe tentu harus seimbang dengan kondisi fisik para staf. Khusus bagi mereka yang mendapatkan jadwal shift malam, menyiasati waktu tidur di siang hari menjadi strategi penting untuk menjaga stamina selama bertugas.
Secara keseluruhan, strategi operasional 24 jam ini tidak hanya menjaga keberlanjutan bisnis Lamak Coffee & Shakes, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi siapa saja yang membutuhkan ruang kerja produktif tanpa batasan waktu. (***)












