Kru Film Dompet Ayah Sepatu Ibu Sampai di Batusangkar

Jajaran Pemkab bersama sejumlah kru. (ist)

BATUSANGKAR – Kru film Dompet Ayah Sepatu Ibu berada di Batusangkar, kedatangannya disambut jajaran Pemkab di Gedung Indo Jolito kemarin malam.

Film yang diproduksi Starvision ini dinilai menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, kuliner dan pariwisata Tanah Datar sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.

Bupati Eka Putra menyatakan apresiasinya. Menurutnya, industri perfilman dapat menjadi sarana strategis untuk membawa cerita dan identitas daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

“Bagi kami pribadi, film bukan sekadar tontonan, tapi film merupakan media promosi. Promosi pendidikan, pengembangan ekonomi kreatif, dan tentunya menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Tanah Datar dan juga pariwisatanya kepada seluruh pelosok Nusantara atau bahkan dunia,” ujar Eka Putra.

Ia mengatakan, Tanah Datar memiliki kekayaan alam, budaya dan sejarah yang menjadi modal penting untuk diangkat melalui film. Karena itu, Pemkab Tanah Datar siap mendukung proses produksi sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Eka juga meminta perangkat daerah terkait memberikan dukungan selama proses produksi, termasuk membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat sesuai kemampuan dan bidang masing masing.

“Kalau ada masyarakat lokal ini dilibatkan, tentu terlebih bagus lagi. Anak anak muda Tanah Datar kita harapkan bisa memperoleh kesempatan untuk menjadi tenaga pendukung, kru lokal, tentunya sesuai dengan bidang dan kapasitasnya,” katanya.

Baca Juga  14 Kecamatan di Tanah Datar Bakal Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat

Selain tenaga lokal, Bupati mendorong keterlibatan pelaku UMKM dan sektor usaha masyarakat, seperti penyedia konsumsi, penginapan atau homestay, pengrajin, serta penyedia berbagai kebutuhan pendukung produksi.

Line Producer film Dompet Ayah Sepatu Ibu, Rini Atmodjo mengatakan kedatangan sekitar 190 orang yang tergabung dalam tim produksi dapat menjadi peluang bagi UMKM dan produk lokal untuk ikut bergerak.

“Film adalah bagian dari perekonomian kreatif. Bismillah, ketika kami mendatangkan 190 orang, UMKM di sini bisa beriringan juga berjalan sama kita, produk produk lokal yang ada di sini bisa kita naikkan juga, dan bisa membawa berkah bagi rakyat sekitarnya,” ujar Rini.

Kata Rini kalau akan dilaksanakan casting di Benteng Van Der Capellen, guna menggali potensi lokal, casting bagi talenta daerah, seperti figuran, penari, hingga pemain musik. Resmi dibuka besok melalui kerja sama dengan Disparpora untuk melibatkan langsung masyarakat Tanah Datar.

Manager Lokasi Rahadian menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Ia mengatakan, pihaknya ingin berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan berbagai kekayaan Tanah Datar melalui film, mulai dari budaya, kuliner hingga tradisi.

Baca Juga  Merah Putih Kembali Berkibar di Puncak Gunung Kasumbo Sungayang

Sutradara Dompet Ayah Sepatu Ibu, Naya Anindita juga apresiasi atas sambutan Pemkab Tanah Datar. Ia berharap karya tersebut tidak hanya menghasilkan film, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi produksi.

Naya juga berharap film tersebut dapat mendorong masyarakat mengenal lebih banyak destinasi di Tanah Datar serta memperkenalkan budaya Minangkabau kepada masyarakat luas. Film ini juga diharapkan dapat menghadirkan tokoh dan cerita yang menginspirasi generasi muda.

Film “Dompet Ayah Sepatu Ibu” direncanakan mulai diproduksi pada November 2026. Sejumlah lokasi di Tanah Datar telah direncanakan menjadi bagian dari pengambilan gambar, di antaranya perkampungan Nagari Rao rao, kawasan persawahan dan rumah kayu berarsitektur Belanda di Kumango, serta Pasar Batusangkar dan Terminal Jati.

Lokasi lainnya meliputi Batu Taba untuk adegan sekolah dasar, Benteng Van der Capellen sebagai set eksterior percetakan harian Semangat. Sementara itu, Nagari Sumpur direncanakan menjadi lokasi adegan perjalanan di sepanjang jalan tepi danau serta adegan bencana longsong di kawasan bekas bencana banjir bandang dulu. (ydi)

Jajaran Pemkab bersama sejumlah kru. (ist)