Solok  

Dua MAN di Kabupaten Solok Raih Tujuh Medali di Olimpiade Asia Tenggara UMT Malaysia

Dedi Wandra

AROSUKA – Prestasi membanggakan ditorehkan siswa madrasah di Kabupaten Solok dalam ajang Southeast Asia Olympiad Universiti Malaysia Terengganu (UMT) yang berlangsung 9–10 September 2026.

Dua Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok berhasil membawa pulang tujuh medali dari berbagai cabang kompetisi dalam ajang tingkat Asia Tenggara tersebut.

Dari MAN 1 Solok Plus Keterampilan, Khairanti Mardhatillah meraih medali emas Tahfiz Qur’an. Annisa Aulia Rahma meraih emas Public Speaking, Rahmad Rizki Rifai meraih emas Olimpiade Matematika, serta Alif Miftahur Rahman meraih emas Olimpiade Bahasa Inggris.

Sementara itu, Arrafi Noferdian Martha menyumbangkan dua medali perunggu, masing-masing dari cabang Olimpiade Bahasa Inggris dan Public Speaking.

Prestasi serupa juga diraih MAN 2 Solok melalui Raissa Adrienne Luthfia Islamy yang berhasil meraih medali perunggu pada cabang Public Speaking.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Dr. H. Dedi Wandra, MA, menyampaikan apresiasi atas capaian para siswa tersebut.

“Prestasi ini membuktikan bahwa madrasah di bawah naungan Kementerian Agama mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional. Ini sejalan dengan semangat Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia,” ujarnya.

Dedi mengatakan, siswa madrasah harus memiliki keberanian untuk tampil, berkompetisi, serta mengembangkan potensi hingga mampu bersaing di tingkat global.

Menurutnya, capaian tersebut juga menjadi bagian dari implementasi salah satu Asta Protas Kementerian Agama, yakni mewujudkan pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi.

“Pendidikan madrasah tidak hanya membangun kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, kepercayaan diri, serta kemampuan berkomunikasi. Prestasi siswa di ajang internasional seperti ini menjadi bukti bahwa pendidikan madrasah terus bergerak menuju pendidikan yang unggul dan berdaya saing global,” katanya.

Raihan tujuh medali tersebut menjadi catatan positif bagi madrasah di Kabupaten Solok. Prestasi itu sekaligus menunjukkan kemampuan siswa dalam mengembangkan kompetensi akademik, nilai keislaman, keterampilan komunikasi, dan keberanian berkompetisi di tingkat internasional. (sbd)