AROSUKA – Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, melepas pengiriman perdana 150 ton benih jagung hibrida Kobana ke Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2026). Pengiriman ini menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Solok sekaligus memperluas kontribusi daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor CNM, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok, tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Citra Mandiri Kobana Solok, Nofi Candra, SE; Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si.; serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, SP., MP.
Direktur Utama PT Citra Mandiri Kobana Solok, Nofi Candra, mengatakan, pengembangan komoditas jagung perlu mendapat perhatian bersama agar potensi sektor pertanian di Kabupaten Solok semakin beragam dan tidak hanya bertumpu pada komoditas beras.
“Kita ingin Solok ke depannya tidak hanya berbicara soal beras, tetapi juga jagung,” ungkap Nofi.
Menurutnya, pengiriman perdana benih jagung hibrida Kobana ini diharapkan menjadi titik awal pengembangan komoditas jagung secara lebih luas. Selain memperkuat diversifikasi pertanian, langkah tersebut juga membuka peluang bagi Kabupaten Solok untuk meningkatkan perannya dalam sektor pertanian.
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu berharap pengiriman 150 ton benih jagung hibrida tersebut dapat menjadi contoh sekaligus mendorong Kabupaten Solok berkembang sebagai salah satu daerah penghasil jagung yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
“Harapan kita, melalui pelepasan 150 ton benih jagung hibrida ini, Kabupaten Solok dapat menjadi contoh dan menjadi daerah penghasil jagung yang berkontribusi menjaga ketahanan pangan,” ujar Jon Firman Pandu.
Ia menjelaskan, Kabupaten Solok memiliki sekitar 23.000 hektare lahan sawah yang menjadi salah satu potensi utama sektor pertanian daerah. Ke depan, pemerintah daerah akan mendorong pemanfaatan sebagian lahan yang dinilai kurang optimal untuk produksi beras agar dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian jagung.
“Dari 23.000 hektare lahan sawah kita, mana yang kurang mumpuni dalam produksi beras, maka akan kita dorong sekitar 10 persen dari total lahan untuk pertanian jagung ini,” jelasnya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Jon Firman Pandu menegaskan, Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Pertanian akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan komoditas jagung, termasuk melalui pengalokasian anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Melalui Dinas Pertanian nantinya, APBD tentu akan terus mendukung pengembangan program ini,” tegasnya.
Melalui pengiriman perdana 150 ton benih jagung hibrida Kobana ke Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Solok berharap pengembangan jagung dapat terus diperluas. Upaya ini diharapkan mampu mendorong diversifikasi komoditas pertanian, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, serta meningkatkan kontribusi Kabupaten Solok dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan (yen)












