SAWAHLUNTO – Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, berkomitmen mengoptimalkan potensi desa yang telah ada sejak lama guna menyiasati keterbatasan lahan pertanian.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Sikalang, Lambang Wicaksono, saat memberikan keterangan pada Kamis (18/12).
Menurut Lambang, ada dua sektor utama yang menjadi tumpuan ekonomi dan identitas desa saat ini, yaitu Budaya dan UMKM.
Sektor budaya seperti kesenian kuda kepang menjadi warisan yang tetap eksis di Sikalang. Kesenian ini dibawa oleh suku Jawa sejak era kejayaan tambang batu bara di Sawahlunto dan masih bertahan hingga kini sebagai daya tarik desa.
Di sektor UMKM, dDesa ini memiliki sentra kerajinan Tempe yang terkenal. Keunggulan tempe Sikalang terletak pada konsistensi cita rasanya yang tidak berubah sejak dulu, sehingga tetap diminati pasar hingga sekarang.
Selain mengandalkan sektor tradisional, Kades lulusan UGM Yogyakarta ini juga mendorong generasi muda Sikalang untuk menguasai teknologi digital dan bahasa Inggris.
“Kita ingin anak muda bisa bekerja secara global tanpa harus merantau. Cukup bekerja dari rumah dengan jangkauan dunia, meniru keberhasilan desa digital yang ada di Magelang,” ujar Lambang.
Desa yang berpenduduk sekitar 1.800 jiwa (560 KK) ini juga memiliki potensi wisata minat khusus. Terdapat bangunan rumah tinggi peninggalan tahun 1924 yang sudah berusia seabad.
Tantangan ke depan, dibutuhkan dana besar untuk pemugaran tanpa menghilangkan bentuk aslinya. Terkait hal ini, pihak desa telah menyurati PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim untuk permohonan bantuan pemugaran.
Terkait adanya efisiensi anggaran nasional, Desa Sikalang mengalami pemotongan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dengan total sekitar Rp300 juta. Meski demikian, Lambang menegaskan bahwa operasional kantor dan gaji perangkat desa tetap menjadi prioritas agar pelayanan tidak terganggu.
Sebagai alternatif minim lahan, desa juga mulai mengembangkan peternakan itik dan burung puyuh. Sektor ini dipilih karena peluang pasarnya yang luas dan tidak membutuhkan lahan seluas sektor pertanian konvensional. (sbd)












