Sijunjung Dapat Bantuan Kemenkes untuk Bangun Pustu

Harry Oscar Hidayat

Sijunjung – Untuk peningkatan pelayanan terhadap masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, mendapat kucuran dana dari Kementrian Kesehatan sekitar Rp 8 miliar lebih. Dana itu dialokasikan untuk pembangunan enam unit Puskesmas Pembantu (Pustu) dan rehab satu Puskesmas. Sehingga  2025 ini fasilitas layanan sudah hampir merata di setiap nagari.

Selain sarana layanan kesehatan itu, Dinas Kesehatan juga mendapat tambahan tenaga kesehatan dan tenaga medis melalui seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) 500 lebih dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) puluhan orang.

Hal ini dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, Harry Oscar Hidayat, Selasa (21/10) di ruang kerjanya.

Baca Juga  Selenggarakan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer, Kemenkes Apresiasi Kota Pariaman

Disebutkan dari jumlah tenaga kesehatan dan tenaga medis itu, semuanya disebar ke 13 puskesmas yang ada disetiap kecamatan, Pustu, RSUD Syafei Ma’arif Tanah Badantung, RSUD Kamang Baru, tenaga gudang, tenaga labor dan melengkapi tenaga di Kantor Dinas Kesehatan. ” Alhamdulillah tenaga kesehatan saat ini sudah terpenuhi, ” terang Harry.

Dilihat dari farmasi kebutuhan tenaga kesehatan memang sudah mencukupi, namun untuk pemenuhan tenaga medis terutama dokter spesialis masih kurang. Tapi berapa kekurangan tenaga medis ini tidak ia jelaskan secara rinci.

Baca Juga  Puskesmas Air Santok Pariaman Raih Penghargaan Kemenkes

Sementara untuk pemenuhan sarana pelayanan kesehatan tahun ini adanya pembangunan enam unit Pustu yang dibangun di beberapa nagari. Walaupun sudah ada penambahan enam unit dari 70 Pustu yang ada, sambung Harry, masih dibutuhkan 10 unit lagi agar setiap nagari dapat memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal.

Diharapkan setelah semua sarana layanan dan tenaga kesehatan telah terpenuhi, akan dapat melakukan pemetaan layanan serta memberikan rekomendasi terhadap kinerja yang dilaksanakan. ” Setidaknya apapun kasus kesehatan yang terjadi di tengah masyarakat dapat diatasi secara dini, ” tambah Harry. (sl)