Sepotong Senja yang Indah di Sungai Han

Widya Navies - VIetnam

KAPAL PESIAR - Sejumlah kapal pesiar sedang antre menaikkan penumpang yang akan mengitari sungai Han. (ist)

PERJALANAN ke Vietnam akan terasa tidak lengkap jika tidak menyempatkan diri untuk mengitari Sungai Han di kota Da Nang.

Apalagi Sungai Han yang sudah menjadi salah satu ikon wisata kota Da Nang itu letaknya di tengah kota. Akses jalan ke lokasi itu lancar dan dekat dari berbagai penjuru.

Pada pagi hingga siang hari, sungai itu terlihat tenang dan damai. Nyaris tidak ada aktivitas.

Yang terlihat hanya sejumlah perahu nelayan dan sederetan kapal pesiar parkir di pinggir sungai itu.

Ketika hari beranjak sore, pelancong mulai berdatangan ke tepi sungai, baik perorangan maupun secara berkelompok.

Menunggu matahari terbenam, pelancong memilih memanfaatkan waktunya untuk duduk-duduk di tepi sungai menikmati suasana sore sambil ngopi-ngopi.

Ketika hari mulai beranjak malam, walau rasa dingin mulai menusuk tulang, pengunjung tetap betah dan bertahan di lokasi.

Karena, mereka datang jauh-jauh salah satunya memang untuk menikmati pesona sungai Han di malam hari.

Tak lama berselang, lampu di sepanjang tepian sungai Han mulai menyala. Pantulan cahaya dari hotel-hotel, restoran, kafe dan gedung-gedung yang menjulang tinggi di sekeliling sungai Han membuat sungai itu semakin semarak. Sungguh sepotong senja yang indah.

Baca Juga  Cara Hendri Septa Kelola Sampah, Terus Dipakai Hingga Kini

Bahkan, dari kejauhan, dengan adanya pantulan cahaya lampu dari pinggir jalan ke arah sungai, beberapa jembatan seperti Jembatan Naga yang membentang di Sungai Han seolah menghubungkan kedua tepiannya.

Malam tiba, kapal-kapal pesiar yang tadinya parkir pun mulai bergerak untuk parkir secara teratur di dermaga yang sudah ditentukan sambil menunggu penumpang yang akan dibawa menyisiri Sungai Han.

Saking banyaknya orang yang akan bepergian, sebelum kapal-kapal pesiar itu berangkat, sejumlah petugas tampak ekstra sibuk.

Mulai dari melayani penjualan tiket sampai mengatur penumpang yang akan naik kapal.

Di atas kapal, sudah ada lagi petugas yang mengarahkan penumpang ke tempat duduk masing-masing yang sudah dilengkapi pakaian pelampung.

Sebelum berangkat, penumpang dihibur dengan penampilan kesenian tradisional yang ditampilkan oleh penari lokal.

Tak lama kemudian, kapal yang diterangi cahaya lampu warna-warni mulai bergerak membawa penumpang berkeliling sungai dengan durasi 60 menit atau satu jam.

Baca Juga  Padang Bagoro, Strategi Hendri Septa Bikin Kota Padang Bebas dari Sampah

Mata penumpang pun mulai liar melihat kiri-kanan menikmati keindahan kota Da Nang dari atas kapal yang menyisiri sungai.

Hanya saja, bagi sebagian penumpang, waktu satu jam untuk mengitari sungai Han di kota Da Nang yang terletak di wilayah Pantai Tengah Selatan Vietnam itu, terasa sangat pendek.

Padahal, kapal pesiar yang membawa sekitar 50 penumpang itu berjalan pelan.

Tapi jarum jam seakan berjalan cepat sehingga tak terasa, kapal sudah kembali saja sandar di titik keberangkatan.

Selain menawarkan pemandangan yang indah, ternyata Sungai Han menjadi bagian penting dari sejarah Danang selama lebih dari 1.000 tahun.

Sungai yang panjangnya 104 km dengan lebar 200-500 meter itu juga merupakan simbol kekuatan dan kemakmuran kota Danang.

Sungai itu memiliki beberapa anak sungai, termasuk Sungai Ky Thuong dan Sungai Tuy Loan. Dalam sungai itu juga banyak kuil dan situs budaya. (*)