PASBAR– Kecelakaan terjadi di Jembatan Suak, Jorong Maligi, Nagari Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Kamis (29/10) sore. Jembatan yang berada di jalur penghubung Sasak–Maligi itu ambruk saat dilintasi sebuah Mitsubishi dump truck bermuatan pasir. Akibatnya, truk bersama pengemudinya terjun ke sungai dan sopir dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.09 WIB. Truk tanpa nomor polisi yang dikemudikan Roy Eboy (38), warga Jorong Sudirman, Nagari Muaro Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, itu sedang melaju dari arah Sasak menuju Maligi.
Kasat Lantas Polres Pasbar AKP Nanin Aprilia melalui Kanit Laka Lantas Ipda Holpi, Jumat (30/10), menjelaskan, saat kendaraan melintasi Jembatan Suak, konstruksi jembatan tiba-tiba ambruk. Truk yang kehilangan pijakan kemudian terperosok ke sungai bersama muatan pasir.
Benturan akibat jatuhnya kendaraan mengakibatkan pengemudi meninggal dunia. Korban merupakan laki-laki berusia 38 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai sopir.
Berdasarkan keterangan kepolisian, lokasi kejadian berada di jalan lintas Sasak–Maligi. Akses menuju jembatan berupa jalan tanah dengan lebar sekitar 2,80 meter. Jalan tersebut relatif lurus dan di sisi kanan serta kirinya dikelilingi kawasan perkebunan.
Di lokasi juga tidak terdapat rambu-rambu lalu lintas sebagai petunjuk maupun peringatan bagi pengguna jalan. Saat kejadian, cuaca dilaporkan cerah dan peristiwa berlangsung pada sore hari.
Dalam data identitas pengemudi, korban diketahui tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Namun, kondisi tersebut merupakan catatan administrasi pengemudi dan tidak dapat dikaitkan sebagai penyebab langsung ambruknya jembatan.
Insiden ini menjadi perhatian terhadap kondisi infrastruktur di jalur penghubung masyarakat, terutama jembatan yang dilintasi kendaraan pengangkut material bermuatan berat.
Pemeriksaan konstruksi, kapasitas daya dukung, dan kelayakan jembatan dinilai penting untuk memastikan keamanan pengguna jalan serta mencegah kejadian serupa.
“Insiden ini sekaligus menjadi peringatan tentang pentingnya menjaga keselamatan jalan serta memeriksa kondisi fisik jembatan, terutama pada jalur yang digunakan kendaraan pengangkut material dengan muatan berat. Kondisi konstruksi, kapasitas daya dukung, serta kelayakan jembatan perlu dipastikan agar tidak membahayakan pengguna jalan,” kata Holpi. (Arafat)













