Dony Oskaria Sang Ketua dan Juara Kelas

Khairul Jasmi

Erman, sudah tahu kawan masa kecilnya ini akan pulang. Apapun itu, berat lidahnya menyebut nama. Ia mesti panggil “Pak,” entah kalau sedang bersua saja

Erman adalah sekretaris kecamatan Tanjung Baru, sudah lama ia tak jumpa Dony. Dan, keduanya bersalaman erat, seerat salaman ketika Dony akan pergi dulu pindah sekolah ke Padang.

“Ini sekolah saya, pagi SD, sore untuk anak PGA,” kata Dony Oskaria memandang SD, tempat ia belajar sampai kelas IV SD, Kamis (19/2) di Tanjung Alam, Tanjung Baru, Tanah Datar.
SD sudah lama tidak dipakai, karena ada yang lebih bagus: SD Inpres. Di nagari ini dulunya juga ada SMP swasta.

Baca Juga  Berkat ASDP, Kepulauan Mentawai Kini Merasakan Kesetaraan

“Pak Doni Waktu SD orang ceria dan selalu jadi ketua kelas,” kata Erman. Dan, “dia tetap juara satu, tidak bisa kami mengalahkannyo doh,” kata dia lagi. Jika kelas IV tak pindah ke Padang, maka Dony akan juara sampai kelas VI.
“Hobi main bola, nyanyi juga hobinya dan main-main ke sawah.” Memang tipikal anak desa benar, COO Danantara dan Kepala BP BUMN ini.

Jika ada acara sekolah di ibu kecamatan, Tabek Patah, Dony dan kawan-kawan jalan kaki saja melewati kawasan yang disebut Kinari. Kedua nagari ini dekat saja tapi jauh jika jalan kaki di jalan raya.

Baca Juga  Jumpa Dua Tokoh Pemberani di Ausie dan Peringatan TNI

Sebagaimana jamaknya anak-anak era 1970an, mengaji dan tidur di surau. Itu dia Masjid Raya, sejengkal dari rumahnya.
Sekokah ada di depan rumahnya, Gantiang Bawah, Tanjung Alam. SD itu masih awet namun gulma sudah tumbuh di halamannya.

Karena jadwal yang padat, Dony yang ditemani Gubernur Sumbar Mahyeldi dan anggota DPR, Andre Rosiade itu, mesti pamit. Ia pergi tapi sebelumnya dikerumini warga dulu.
“Amak-amak ka basalam Pak Dony,” kata Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra. Selain salam, juga berfoto.

Dony Oskaria jarang pulang, adiknya acap. Dan, ia meninggalkan Tanjung Alam dilambai oleh warga setempat. Ramai. **