FOTO BERSAMA – Kepala Sekolah SMP IT Sabbihisma, Dr. Hj. Zulherma, M.Pd, dan tim LoiLo Note, didampingi para guru peserta workshop, auditorium foto bersama seusai acara. (Ist)
Padang – SMP IT Sabbihisma siap menjadi sekolah digital, ditandai dengan diterimanya 25 unit iPad dari aplikasi pembelajaran Loilo Note. Keseruan launching ‘Sekolah Digital’ tersebut berlangsung pada 16 September 2026 lalu di sambung dengan Workshop Loilo Note di SMP IT Sabbihisma pada Jum’at (25/9).
Tim Loilo Note dipimpin Erik dan Audy datang langsung dari Jakarta serta didampingi Donny Boy yang memprakarsai SMP IT Sabbihisma bermitra dengan Aplikasi pembelajaran Loilo Note. Kegiatan ini merupakan pelatihan bagi para guru serta murid, untuk langsung praktik menggunakan aplikasi pembelajaran interaktif asal Jepang ini.
“Spesialnya lagi, ada 25 unit iPad yang disediakan buat 03 bulan trial ke depan, buat mensupport kita agar seluruh proses belajar mengajar berjalan maksimal tanpa kendala. Langkah awal yang luar biasa untuk pendidikan yang lebih modern!,” kata Pelaksana Harian Perguruan Sabbihisma dan juga Kepala Sekolah SMP IT Sabbihisma, Dr. Hj. Zulherma, M.Pd, Senin (28/9).
Ia mengatakan, dengan resminya Sabbihisma menjadi sekolah digital, maka para santri Sabbihisma akan mendapatkan pendidikan serba digital seperti siswa-siswi di Jepang. Aplikasi Loilo Note sangat gampang digunakan dan sangat memudahkan kerja guru dalam proses belajar mengajar.
“Para siswa juga sangat gampang memahami operasional Loilo Note, terlihat dari antusiasme mereka mengoperasikan aplikasi ini dan mengikuti kuis-kuis yang diadakan langsung di aplikasi,” tambahnya.
Menjelang masa percobaan habis, Sabbihisma akan segera mengumpulkan komite, orangtua dan wali santri untuk membicarakan kelanjutan program sekolah digital. Jika mereka setuju, maka iPad ini akan menjadi perangkat resmi sekolah digital Sabbihisma.
“Tadi kita sudah lihat dan rasakan sendiri, kemudahan penggunaan aplikasi ini. Baik guru maupun murid, mengikuti workshop dengan sangat serius dan dengan gembira mengikuti kuis-kuis yang disediakan di aplikasi,” tuturnya.
Sementara Yeni Martini,S.S, guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang menjadi peserta workshop mengatakan, dengan mengikuti pelatihan pembelajaran digital bersama LoiLo Note, ia merasa tertarik dan tertantang untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Karena di dalam aplikasi LoiLo Note, baik guru maupun murid terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.
“Di dalam aplikasi tersebut bisa langsung membuat rencana pembelajaran, assessment , quiz interaktif dan lainnya. Materi-materi pembelajarannya pun bisa langsung dihubungkan ke sosial media seperti YouTube, Instagram, tiktok, rumah belajar dan lainnya,” katanya.
Menurutnya, dengan adanya LoiLo Note, baik guru dan murid tidak lagi gagap teknologi, karena aplikasi ini sama persis seperti aplikasi-aplikasi pembelajaran lainnya. Aplikasi ini terdapat di dalam gadget yang bisa dibawa kemana saja.
“Jadi lebih portable dan ringan,” ungkapnya.
Sementara Zaid santri kelas 07, peserta pelatihan mengatakan, belajar dengan aplikasi Loilo Note benar-benar bisa membuat dirinya melek digital. Apalagi aplikasinya mudah dipahami, tidak ribet, sehingga dengan cepat bisa menyesuaikan diri.
“Sebagai siswa kita dengan mudah bisa dikontrol guru dari depan. Guru dengan mudah bisa menutup perangkat yang kita gunakan, kalau kedapatan melihat aplikasi lain saat sedang belajar. Jadi kita bisa lebih fokus menerima materi pembelajaran,” ujarnya.
Sementara Erik mengatakan, pihaknya siap melayani Sabbihisma sampai mahir menggunakan aplikasi Loilo Note. Menurutnya, untuk menjadi semakin mahir, akan dikuasai dengan mudah, seiring dengan semakin rutinnya memakai aplikasi saat belajar.
“Jangankan kita, Jepang pun sebagai pilot projek aplikasi LoiLo Note, juga butuh waktu untuk menguasainya, lalu mengajarkan pada siswa sampai mahir,” tuturnya.
Ia sangat berterima kasih bisa bekerja sama dengan Sabbihisma. Ia pun terkesan dengan lingkungan pesantren yang tenang, jauh dari kebisingan, sehingga sangat menunjang dalam proses belajar dan mengajar. (Hendri)












