Arifin Asydhad : Jadilah Jurnalis yang Multitalenta

JOURNALISM FELLOWSHIP ON CSR BATCH 3

PADANG – ‘Jadilah jurnalis yang mutlitalenta’. Semangat motivasi tersebut disampaikan Founder dan Komisaris Kumparan, Arifin Asydhad kepada 15 penerima Journalism Fellowship on CSR Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) ketika menjadi narasumber dalam Journalism Fellowship on CRS Batch 3.

Pada kesempatan tersebut, Arifin Asydhad memberikan contoh catatan Reuters Institute (2026), bahwa 30 persen masyarakat di 22 negara mengatakan media sosial dan platform video menjadi sumber utama berita mereka, meningkat dari 22 persen lima tahun lalu. Sementara persentase di Indonesia mencapai 48 persen, berada di atas rata-rata.

“Semua orang bisa jadi penyampai informasi, karena mudah bikin akun dan konten dan potensi viral (FYP) tinggi pula. Bahkan mereka tidak terikat etika jurnalisme dan UU Pers dan disinformasi dan misinformasi,” jelasnya.
Artinya, skill jurnalis tidak lagi terkotak-kotakan sebagai jurnalis teks, video ataupun audio. Namun, kemampuan berkembang menjadi jurnalis yang multitalenta.

“Sekarang, jadilah jurnalis yang multitalenta plus kreativitas dengan menjunjung tinggi etika dengan membuat knten yang orisinil, jangan pernah mencuri konten. Selanjutnya, akurasi dan menguji informasi, cover both side, tidak membuat berita bohong, tidak sara dan melindungi identitas korban anak, menghormati privasi. Kemudian, jangan sembarangan comot, visual, sound, audio visual dan informasi,” tegas Arifin Asydhad.

Baca Juga  17 Pedagang Terkonfirmasi Covid-19, Transaksi Pasar Raya Padang Dialihkan Via Daring

Lebih lanjut ia menjelaskan, kalau harus mengambilnya, carilah sumbernya dari akun resmi pemerintah (kementerian dan lembaga) akun resmi pejabat negara. Intinya, multichannel journalism perkuat monetisasai, konten web/apps, konten medsos, event signature program, programatic. Porsi iklan media mainstream yang menerapkan multichannel, journalism di media sosial sudah hampir setara dengan di web/apps.
“Jurnalisme berkualitas dengan perspektif multiplatform,” tegasnya. (*)