PADANG – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kota Padang, Senin (6/4/2026).
Kegiatan bakti kesehatan (Baktikes) ini difokuskan pada tiga titik posko utama, yakni Posko Nanggalo, Posko Sei Lareh, dan Posko Lubuk Minturun.
Sebanyak 39 personel tim medis dikerahkan untuk memastikan warga mendapatkan penanganan medis yang layak pascabencana.
Berdasarkan data di lapangan, tercatat sebanyak 39 warga mendatangi posko kesehatan dengan berbagai keluhan kesehatan. Penyakit yang mendominasi meliputi demam, batuk, flu, gatal-gatal (penyakit kulit), hingga gangguan pencernaan seperti asam lambung dan diare. Selain itu, petugas juga memberikan penanganan bagi warga yang mengalami sakit gigi dan hipertensi.
Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, AKBP dr. Faisal, menyampaikan bahwa kehadiran tim medis di lokasi bencana merupakan komitmen Polri untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat.
“Kami mengerahkan personel di tiga titik strategis, yakni 11 orang di Nanggalo, 9 orang di Sei Lareh, dan 19 orang di Lubuk Minturun. Prioritas kami adalah mencegah terjadinya wabah penyakit pascabanjir dan memastikan kondisi fisik warga tetap stabil, terutama bagi lansia dan anak-anak yang rentan terhadap cuaca ekstrem,” ujar AKBP dr. Faisal.
Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa aksi cepat tanggap ini merupakan instruksi langsung Kapolda Sumbar untuk membantu meringankan beban masyarakat.
“Kegiatan Baktikes ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap sisi kemanusiaan pascabencana. Tidak hanya fokus pada evakuasi fisik, kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama kami. Kami berharap pengobatan gratis ini dapat memberikan rasa aman dan membantu proses pemulihan warga terdampak banjir di wilayah Kota Padang,” tegas Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Hingga berita ini diturunkan, tim Biddokkes Polda Sumbar masih bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan kesehatan warga secara berkala. Selain pengobatan, petugas juga memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah kondisi lingkungan yang terdampak banjir. (*)












