SAWAHLUNTO – Rencana PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin (UPO) untuk kembali melakukan penambangan batubara di Kota Sawahlunto disambut positif oleh masyarakat. Jika rencana ini terealisasi, diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi putra-putri daerah.
Sebagaimana diketahui, keberadaan pembangkit listrik milik PLN Indonesia Power—yang sebelumnya dikenal sebagai PLTU Sijantang dengan kapasitas 2 x 100 MW—sejak awal memang didukung pasokan batubara dari PT Bukit Asam Tbk dan PT AIC. Pembangkit tersebut membutuhkan batubara berkualitas tinggi dengan kalori sekitar 6.000 dan kebutuhan sekitar 2.000 ton per hari.
Namun, pasca reformasi 1998, banyak Kuasa Pertambangan (KP) lokal yang beroperasi, terutama di kawasan Parambahan, Kecamatan Talawi. Kondisi ini menyebabkan aktivitas penambangan PT Bukit Asam UPO Sawahlunto tidak lagi berjalan hingga saat ini.
Meski demikian, PT Bukit Asam masih memiliki cadangan batubara terukur di kawasan Langkok, Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, yang diperkirakan mencapai 5 hingga 6 juta ton. Saat ini perusahaan tengah mengurus perizinan penambangan ke kementerian terkait di Jakarta.
Manager SCR PT Bukit Asam Tbk, Mustafa Kamal, saat berbincang dengan Topsatu.com, Kamis (5/2) di Lantai II Koperasi Ombilin sebelum bertolak ke Tanjung Enim, membenarkan rencana tersebut.
“Ini serius. Bahkan tower listrik tegangan tinggi milik PLN yang berada di wilayah lokasi tambang sudah mendapat persetujuan dari PLN Pusat untuk dialihkan,” ujar Mustafa.
Menurutnya, jika penambangan kembali beroperasi, hal itu dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat Sawahlunto sekaligus menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja baru.
Ia juga menyebutkan proses pengurusan perizinan diperkirakan memakan waktu sekitar enam hingga delapan bulan, atau paling lama satu tahun.
“Mudah-mudahan semua proses berjalan lancar sehingga kegiatan penambangan dapat segera beroperasi,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager PT Bukit Asam UPO Sawahlunto, Yulfaizon Achong, dalam kesempatan terpisah juga membenarkan rencana pengoperasian kembali tambang batubara tertua milik PTBA tersebut.
“Kami berharap dukungan dari Pemerintah Kota Sawahlunto dan masyarakat agar rencana ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya. (sbd)












