LUBUK BASUNG – Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari se Kecamatan Canduang Kabupaten Agam aktif melakukan pemantauan kondisi gunung Marapi yang kembali mengalami erupsi Rabu (23/7) sekitar pukul 07,23 WIB.
Sebelumnya, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Budi Perwira Negara Selasa (22/7) mengunjungi sekretariat Posko Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang. Ikut mendampingi, Walinagari Canduang Koto Laweh Muhammad Januari, petugas TKSK Canduang, Zulhendri Malin yang juga Koordinator TKSK Sumatera Barat, Ketua KSB Canduang Koto Laweh, Adikus Endang dan Erianto Nyiak Garambeh anggota KSB.
Pada kesempatan itu, Budi Perwira Negara mengapresiasi KSB dalam melakukan pemantauan aktifitas gunung Marapi karena hingga saat ini, aktivitas vulkanik gunung Marapi masih berada pada tingkat siaga dan masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada.
“Dalam kegiatan pemantauan Marapi, perlu komunikasi antar KSB. Apabila komunikasi lancar sehingga informasi cepat menyebar dan saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Marapi masih berada pada tingkat siaga dan masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada,” harap Budi Perwira Negara.
Pihak berwenang akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi dan menyampaikan informasi terkini secara berkala. Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis aktivitas vulkanik, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah imbauan dan rekomendasi penting kepada masyarakat dilarang memasuki radius 3 km dari Kawah Verbeek, sebagai pusat aktivitas Gunung Marapi. Pendaki, wisatawan, dan masyarakat setempat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di dalam zona bahaya tersebut.
Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Canduang Zulhendri Malin yang juga Koordinator TKSK Provinsi Sumatra Barat menjelaskan, pada erupsi gunung Marapi Rabu (23/7) anggota KSB se Kecamatan Canduang langsung bergerak membagi-bagi masker dari BPBD Agam terutama bagi pelajar dan masyarakat guna mencegah gangguan saluran pernafasan (ISPA) akibat hujan abu.
“Tetap jaga ketenangan dan tidak menyebarkan hoaks. Masyarakat diminta tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengikuti arahan dari instansi resmi, baik dari Pemerintah Daerah maupun lembaga terkait lainnya,” imbau Zulhendri Malin. (Kas)












