Payakumbuh – Guna memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat, Pemko Payakumbuh meluncurkan program Integrasi Layanan Primer (ILP). Program itu bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat kelurahan. Sehingga dampak yang dirasakan oleh masyarakat akan semakin terasa dalam hal pelayanan kesehatan ini.
Pj. Walikota Payakumbuh Suprayitno, menghadiri kegiatan sosialisasi ILP Puskesmas, Pustu dan Posyandu Bidang Kesehatan itu. Dimana kegiatan tersebut digelar di Aula Ngalau Lantai 3 kantor Balaikota Payakumbuh, Senin (10/6) kemarin. “Transformasi sistem pelayanan kesehatan primer yang dilakukan dalam bentuk ILP, bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat,” ujar Suprayitno, dalam sambutannya.
Menurutnya, ada tiga hal yang menjadi fokus ILP, pertama adalah penerapan siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan kesehatan. Kemudian, kedua adalah mendekatkan pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan kelurahan termasuk untuk memperkuat promosi dan pencegahan yaitu melalui deteksi atau screening penyakit. “Ketiga adalah memperkuat pemantauan wilayah melalui digitalisasi dan pemantauan melalui dashboard situasi kesehatan desa/kelurahan,” tambahnya.
Ditegaskan Suprayitno, Pemko berkomitmen untuk mendukung penuh setiap upaya untuk mewujudkan tiga hal tersebut demi Kota Payakumbuh sehat. “Penguatan struktur akan kita lakukan melalui penguatan Puskesmas, Pustu, Posyandu, kesehatan sekolah dan kesehatan kerja serta akan diintegrasikan dalam unit kegiatan PKK di desa dan kelurahan,” bebernya.
Dikatakannya, ILP merupakan lompatan besar dalam meningkatkan kesehatan, sehingga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan koordinasi yang baik dari semua pihak. “Mari bersama-sama kita sukseskan ILP ini agar Kota Payakumbuh dapat menjadi lebih sehat, dengan pelayanan kesehatan primer yang kuat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Wawan Sofianto, mengatakan, target indikator Puskesmas menerapkan ILP secara nasional sebesar 40 persen atau sekitar 4.072 puskesmas. “Oleh karena itu, diperlukan pembekalan pengetahuan dan kemampuan serta penguatan peran tentang ILP untuk persiapan pelaksanaannya di Payakumbuh. Melalui pertemuan ini diharapkan dapat mempercepat dan menyamakan persepsi peserta tentang ILP yang akan diterapkan, dimana 8 puskesmas, 173 posyandu, dan 23 pustu akan dibina dan didampingi untuk menjalankan layanan primer ini,” ucapnya. (207)












