Payakumbuh – Permasalahan sampah masih menjadi persoalan pelik di Kota Payakumbuh. Selain itu, limit waktu yang diberikan oleh Provinsi Sumbar untuk Kota Payakumbuh juga sudah habis per tanggal 31 Mai 2024 lalu, untuk bisa menggunakan TPA regional itu sebagai tempat pembuangan sampah sementara. Bahkan, beberapa waktu lalu warga sempat menutup akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah itu.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota Payakumbuh langsung melakukan pertemuan dengan masyarakat pemilik lahan dan tokoh masyarakat setempat guna mencarkan solusi dari permasalahan itu. “Tadi bapak Pj. Walikota Payakumbuh Suprayitno mendapatkan kabar adanya penutupan jalan ke TPA oleh warga. Karena ada kegiatan, beliau langsung menginstruksikan saya untuk datang langsung ke lokasi dan berbicara dengan tokoh masyarakat setempat,” ujar Sekdako Payakumbuh Rida Ananda, kepada wartawan, Senin (3/6).
Menurutnya, masyarakat setempat menutup jalan ke lokasi TPA karena sepengetahuan masyarakat pengiriman sampah ke lokasi tersebut hanya sampai 31 Mei 2024 saja. “Ini merupakan bentuk kepedulian warga akan daerahnya. Tadi kami sudah berbicara dan mendengarkan aspirasi warga setempat. Dan alhamdulillah, saat ini jalan menuju kesana sudah dibuka kembali,” tambahnya.
Disampaikan juga, bahwa salah satu aspirasi warga adalah terkait ganti rugi lahan terdampak bencana longsor yang terjadi TPA beberapa waktu lalu. “Hal ini tentu akan kami sampaikan ke pimpinan dan tentunya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Insya Allah hal ini akan kami perjuangkan semaksimal mungkin, agar warga terdampak bisa menerima yang menjadi haknya,” ucapnya lagi.
Sebelumnya, Pj. Walikota Payakumbuh Suprayitno, meninjau beberapa titik-titik pembuangan sampah yang ada di Kota Payakumbuh. Mulai dari seputaran Gelanggang Pacuan Kuda, Jalan Jeruk, Pasar Tradisional Ibuh hingga Kawasan Wisata Batang Agam. Walikota melihat secara langsung, dan semua sampah sudah bersih. “Sejak Subuh, semua petugas kita telah bekerja dengan maksimal. Apresiasi yang tinggi untuk semua petugas kebersihan kita,” ujarnya.
Selain meninjau tempat pembuangan sampah itu, beliau juga melihat di beberapa tempat ada tanaman merambat yang mulai tumbuh liar. Sehingga merusak wajah Kota Payakumbuh. Ketika berhenti disalah satu titik, Pj. Wako Suprayitno juga menampung masukan dan keluhan dari beberapa petugas yang sedang bekerja membersihkan sampah.
“Nanti akan kita galakkan lagi kebiasaan gotong royong ini di tengah-tengah masyarakat. Karena dengan bergotong royong apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Tadi ada beberapa keluhan dari petugas kebersihan, kita akan segera tindaklanjuti itu. Karena ini untuk kenyamanan petugas kita juga,” tambahnya.
Pj. Walikota Payakumbuh Suprayitno juga mengimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk melakukan pemilahan sampah di rumah menjadi tiga jenis yaitu sampah organik, sampah, anorganik yang bernilai, dan sampah lainnya atau residu. “Kami mengimbau dan mengajak masyarakat kiranya berkenan membantu mengurangi sampah dan jangan buang sampah sembarangan. Lakukanlah pemilahan sampah dengan baik. Selanjutnya melakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan membuat lubang atau menggunakan komposter sederhana. Sampah anorganik yang masih bernilai disalurkan ke bank sampah atau lapak barang bekas,” pungkasnya. (207)












