BATUSANGKAR – Sebanyak 30 finalis ikuti grandfinal pemilihan duta Genre Tanah Datar malam kemarin di sebuah hotel di Batusangkar. Ke-30 finalis berasal dari 20 siswa, 2 mahasiswa dan 8 orang dari kader kampung berkualitas.
Saat itu, Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi dan terimakasih pada panitia, dan berharap peserta nantinya mampu menjadi generasi sukses dan membawa nama baik Tanah Datar.
“Saya berharap kepada pada duta Genre Tanah Datar bisa menghadapi permasalahan yang sangat kompleks seiring dengan masa transisi remaja dan mampu menjadi duta yang menyuarakan pentingnya perencanaan untuk mewujudkan keluarga kecil, sehat dan sejahtera. Konsep keluarga kecil ini hendaknya akan bisa menjadi contoh bagi anak-anak atau duta duta kita nantinya di dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati.
Selain itu, para peserta juga diharapkan mampu menerapkan gagasan-gagasan atau ide-ide yang baik dan bisa mengajak masyarakat agar lebih peduli dalam menerapkan program bangga Kencana.
Ia mengimbau remaja duta genre untuk siap menjadi figur remaja yang beretos kerja, berintegritas serta berjuang dan bergotong royong untuk menjadi roll model dan teladan bagi teman-teman sebayanya dan selanjutnya siap menjadi remaja atau mahasiswa yang berperilaku sehat, berakhlak dan berbudi pekerti luhur.
Sebelumnya, Kepala Dinas PMD PPKB Abdurrahman Hadi dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku yang positif dalam pengembangan diri yang berkarakter dan berintegritas di kalangan remaja maupun mahasiswa dan masyarakat dalam mempromosikan dan mensosialisasikan program generasi berencana.
Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat Dedi Agustanto mengatakan, BKKBN telah melakukan berbagai program pengembangan bidang kualitas remaja. Dan program Generasi Berencana (Genre) ini dilakukan dengan dua sisi dua arah. Sasarannya adalah orang tua yang memiliki remaja, dan kemudian remaja itu sendiri.
Agustanto mengatakan, dari program ini diharapkan orang tua yang memiliki remaja dapat berkomunikasi secara baik dengan remajanya sehingga remaja nyaman di keluarga dengan orang tua, kemudian nyaman dengan sesamanya sehingga tidak mencari kenyamanan yang tidak baik diluar. (ydi)












