SAWAHLUNTO – Masyarakat Desa Balai Batu Sandaran (BBS), Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, mendesak Pemerintah Kota Sawahlunto segera memperbaiki ruas jalan penghubung BBS–Lumindai sepanjang sekitar 1,5 kilometer yang kondisinya rusak parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Tokoh masyarakat BBS, Masril (64), mengatakan jalan tersebut telah banyak menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor, termasuk guru dan siswa SMP Negeri 8 Lumindai.
“Jalan ini dibangun pada 2005 dan kini sudah sangat layak diperbaiki. Kami berharap ada alokasi anggaran untuk penanganannya,” ujar Masril saat ditemui di BBS, Rabu (29/7).
Ia berharap sebagian dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dapat digunakan untuk memperbaiki jalan tersebut karena merupakan akses vital bagi masyarakat.
Menanggapi hal itu, Asisten II Setdako Sawahlunto, Afri Darman, SE, MM, meminta Pemerintah Desa BBS menyampaikan usulan resmi kepada Wali Kota Sawahlunto agar ruas jalan tersebut dapat dipertimbangkan masuk dalam program perbaikan, termasuk melalui perubahan anggaran tahun 2026.
Sementara itu, Kepala Desa BBS, Nasirwan Taher, S.Sos, mengatakan usulan perbaikan jalan telah diajukan sejak Musrenbang beberapa tahun lalu, namun belum terealisasi.
“Kami kembali menyampaikan surat kepada Wali Kota dengan tembusan ke DPRD Sawahlunto agar jalan penghubung yang menjadi akses utama dan penggerak ekonomi masyarakat ini segera mendapat perhatian,” ujarnya.
Menurut Nasirwan, kondisi jalan yang semakin rusak memerlukan penanganan segera demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas masyarakat. (sbd)












