SAWAHLUNTO – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada banyak daerah di Indonesia, Pemerintah Kota Sawahlunto tetap melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan. Sebanyak 16 proyek peningkatan ruas jalan akan dikerjakan pada tahun 2026 dengan total anggaran sekitar Rp34,04 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sawahlunto, Def Efrianto, ST, mengatakan anggaran tersebut berasal dari pengembalian transfer dana pemerintah pusat ke daerah.
“Alhamdulillah, di tengah efisiensi anggaran, Sawahlunto masih mampu membangun sejumlah ruas jalan kota yang selama ini kondisinya sudah rusak parah,” ujar Def Efrianto saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/7).
Ia menjelaskan, seluruh proyek telah memasuki proses tender. Adapun ruas jalan yang akan dibangun meliputi Sapan–Kelok Cendol, Kumbayau–Tikar–Basung, Muaro Kalaban–Taratak Bancah, Gulang-gulang–Karang Anyar, Polak Data–Silungkang, Sungai Durian–Medan Bapane, Sikabu–Mudik Air, Simpang MIN–Muaro Kalaban, serta Lumindai–Batang Lunto, beserta ruas lainnya yang termasuk dalam 16 paket pekerjaan.
Menurut Def Efrianto, setiap proyek akan diawasi oleh konsultan pengawas dan tim dari Dinas PUPR guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi.
“Kami berharap seluruh proyek selesai tepat waktu dan memiliki kualitas yang baik. Karena itu pengawasan di lapangan harus dilakukan secara ketat. Kami juga mengajak rekan-rekan wartawan ikut melakukan kontrol terhadap pelaksanaan proyek,” katanya.
Selain meningkatkan konektivitas dan kelancaran transportasi di Kota Sawahlunto, pembangunan infrastruktur tersebut juga diperkirakan mampu menyerap sekitar 320 tenaga kerja. Setiap paket proyek diperkirakan mempekerjakan sekitar 20 orang sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. (sbd)












