ROHIL – Perayaan ulang tahun Kapolres Rokan Hilir (Rohil), AKBP Isa Imam Syahroni ke-43 tahun terasa berbeda dan penuh makna.
Alih-alih pesta meriah, momen spesial tersebut diisi dengan semangat kepedulian terhadap lingkungan.
Sebuah hadiah istimewa pun diberikan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan: bibit pohon yang sarat makna.
Penyerahan hadiah dilakukan pada Rabu (9/4) pagi sekitar pukul 08.00 WIB di Halaman Apel Mapolres Rohil.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau yang berhalangan hadir diwakili oleh Waka Polres Rohil, Kompol Rikky Operiadi, yang menyerahkan langsung bibit-bibit pohon kepada Kapolres.
Adapun jenis bibit yang diberikan meliputi pohon mangga, durian, rambutan, hingga bunga mawar.
Hadiah ini bukan sekadar simbol ucapan selamat ulang tahun, tetapi juga sebagai bagian dari komitmen Polda Riau terhadap gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan.
“Hadiah ini sangat bermakna bagi saya. Selain sebagai bentuk perhatian dari pimpinan, ini juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga dan merawat alam,” ujar AKBP Isa Imam Syahroni penuh syukur.
Ia juga berharap agar bibit pohon yang ditanam dapat tumbuh subur menjadi simbol keberlanjutan dan harapan bagi generasi mendatang.
Filosofi yang diusung Kapolda Riau turut menguatkan pesan tersebut.
“Tunas pohon bisa memberikan pencerahan dan penghidupan kepada bumi. Sebuah tunas, apabila tumbuh dan besar menjadi pohon, maka ia akan kokoh dan rindang, menjadi tempat kita berteduh, bersandar, dan akarnya menjadi tempat kita bersela,” demikian kutipan pesan inspiratif dari Irjen Pol Herry Heryawan.
Program pemberian bibit pohon kepada personel kepolisian yang merayakan ulang tahun merupakan salah satu inovasi berkelanjutan dari Polda Riau.
Tujuannya, menanamkan kesadaran ekologis di kalangan anggota Polri serta mendorong keterlibatan aktif dalam upaya menjaga kelestarian alam.
Setiap personel yang berulang tahun diimbau untuk menanam pohon di lingkungan tempat tinggal maupun tempat kerja.
Dengan langkah kecil yang penuh arti ini, diharapkan akan tumbuh lebih banyak kesadaran kolektif untuk mencintai bumi – dimulai dari satu pohon, satu pribadi, dan satu niat untuk masa depan yang lebih hijau.(*)










