Karena Ini, Go Sprint Go Green Seri IV Dipuji Kadiv Humas

PEKANBARU – Malam di Jalan Thamrin, Kota Pekanbaru, Selasa (3/3/2026), terasa berbeda dari biasanya.

Di bawah lampu jalan yang temaram dan semilir angin Ramadan 1447 Hijriah, sebanyak 264 pelari berdiri bergantian bersiap di garis start.

Mereka bukan hanya mengejar garis akhir, tetapi juga merayakan kebersamaan dalam ajang Go Sprint Go Green Seri IV.

Event lari 100 meter yang digagas Direktorat Lalu Lintas Polda Riau ini menjelma menjadi lebih dari sekadar kompetisi.

Ia tumbuh sebagai ruang perjumpaan antara polisi dan masyarakat, antara generasi muda dan semangat hidup sehat, antara disiplin berlalu lintas dan energi sportivitas.

Sorak sorai penonton pecah setiap kali peluit dibunyikan. Dari total peserta, 158 orang turun di kategori putra, 60 peserta di kategori wanita, serta 46 anak-anak putra dan putri.

Langkah-langkah cepat mereka memecah malam, menciptakan irama yang menyatukan tepuk tangan dan harapan.

Kehadiran Jhonny Edditzon Isir yang didampingi Herry Heryawan dan Hengky Haryadi menambah hangat suasana. Di tengah kerumunan, apresiasi pun disampaikan.

Baca Juga  Kecelakaan Tunggal, Pimpinan PT NWR Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya 15 Karyawan PT ERB

“Go Sprint Go Green adalah kegiatan yang positif dan kreatif. Selain menyehatkan, ini juga menjadi solusi untuk mencegah balap liar serta menghadirkan ruang interaksi yang humanis antara Polri dan masyarakat. Antusiasme malam ini benar-benar luar biasa,” ujar Jhonny.

Baginya, olahraga adalah bahasa universal. Pendekatan persuasif melalui kegiatan seperti ini dinilai efektif membangun citra kepolisian yang lebih dekat dan responsif.

Tidak ada sekat, tidak ada jarak. Yang ada hanyalah tawa, keringat, dan semangat yang sama.

Memasuki seri keempat, Go Sprint Go Green kian dicintai. Ia bukan hanya panggung adu cepat, tetapi juga bagian dari ikhtiar menjaga kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap aman dan kondusif selama Ramadan.

Balap liar yang dulu kerap menghantui malam, kini perlahan tergantikan oleh kompetisi resmi yang tertib dan terorganisir.

Suasana semakin cair ketika sejumlah pejabat utama Polda Riau ikut berlari bersama awak media dan personel Humas.

Momen itu seolah menegaskan pesan sederhana: di lintasan ini, semua setara. Seragam dan profesi melebur dalam satu garis start.

Baca Juga  Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Dansat Brimob Raih Skor Tertinggi Lomba Menembak 

Dampaknya pun terasa hingga ke sudut-sudut kecil di sekitar lokasi acara. Lapak-lapak UMKM ramai diserbu pengunjung. Shandra, salah seorang pedagang, tersenyum lebar malam itu.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Riau atas kegiatan ini. Setiap kali acara berlangsung, dagangan kami ramai. Dampaknya sangat terasa bagi ekonomi kami,” tuturnya.

Di akhir perlombaan, nama-nama pemenang diumumkan diiringi tepuk tangan meriah.

Kategori Putra dimenangkan Irfando, disusul Felix dan Anto. Kategori Wanita diraih Zilda, diikuti Khansa dan Indah.

Sementara kategori Humas dan Media menempatkan Bintang sebagai juara pertama dan Eko di posisi kedua.

Namun lebih dari sekadar podium, malam itu meninggalkan pesan yang lebih panjang dari lintasan 100 meter.

Bahwa olahraga bisa menjadi jembatan. Bahwa pendekatan humanis mampu menghadirkan rasa aman.

Dan bahwa di tengah Ramadan, semangat kebersamaan bertajuk semangat Green Policing tetap bisa berlari kencang menuju Pekanbaru yang lebih tertib, sehat, dan hijau.