TK Negeri 01 Koto Baru Terapkan Pendidikan Agama Sejak Dini, Raih Akreditasi A

 

PULAU PUNJUNG – Pendidikan karakter dan agama sejak usia dini menjadi fondasi utama di TK Negeri 01 Koto Baru. Sekolah yang berada di Jorong Padang Bintungan 1, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya ini menerapkan kurikulum berbasis keagamaan di samping Kurikulum Merdeka.

Sejak dini anak – anak dididik alquran berupa kegiatan tahfiz, iqra, dan shalat dhuha berjamaah, yang dipadukan dengan pendidikan kesenian budaya dan pentas seni. Program ini dijalankan dengan pendekatan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan mendalam (deep learning).

Program tersebut digagas dan dijalankan di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Santi Argo, S.Pd. Didukung oleh 11 tenaga pendidik yang terdiri dari 9 orang guru, 1 operator, dan 1 penjaga sekolah. Dari jumlah guru tersebut, 7 orang berstatus P3K penuh, 1 orang PNS, dan 2 orang honorer. Saat ini sekolah mendidik 96 orang anak yang terbagi dalam beberapa rombongan belajar dengan jumlah 14 hingga 16 anak per rombel.

“Program pendidikan agama dan karakter ini diterapkan secara rutin setiap hari dalam kegiatan belajar mengajar tahun ajaran berjalan,” terang Santi Argo, Rabu (28/10/2026)

Ia menambahkan, penerapan pendidikan agama sejak dini bertujuan untuk membentuk karakter, akhlak mulia, dan kecintaan anak terhadap Al-Quran sejak usia emas. Langkah ini terbukti mampu meningkatkan prestasi sekolah.

” Prestasi tersebut dibuktikan dengan raihan Akreditasi A untuk sekolah. Selain itu, TK Negeri 01 Koto Baru juga menorehkan prestasi di bidang akademik dan non-akademik, yakni Juara 2 Lomba Kolase Pola Guru tingkat Provinsi, Juara 1 dan 2 Lomba Mewarnai anak tingkat Kecamatan, serta Juara Lomba Kolase tingkat Kabupaten.

Untuk menunjang proses belajar, sekolah tersebut saat ini sekolah memiliki 3 ruang belajar lama dan 4 ruang belajar baru, ditambah 1 ruang UKS, 2 toilet, dan pagar sekolah yang memadai.

“Komitmen kami akan terus meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter budaya,” pungkasnya. ( roni)